by

Pemkab Tilawah dan Doa Bersama Virtual

MAJALENGKA, SC- Melihat keadaan bangsa dan negara yang masih terpuruk dengan belum adanya tanda-tanda Covid-19 akan menghilang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengadakan tilawah dan doa bersama secara virtual. Acara tilawah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara ini dilaksanakan dua kali yaitu, Senin (12/7) dan Kamis (14/7) mulai Pukul 19.00 WIB.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, kegiatan tilawah dan doa bersama dilakukan secara virtual tidak mengundang masa, namun masyarakat bisa ikut berpartisipasi bersama dari rumah masing-masing, secara virtual dan melalui live streaming Youtube Diskominfo Majalengka dan Radio Radika FM.

Kegiatan ini terbuka untuk umum selain seluruh pejabat struktural, para tokoh agama serta pengasuh ponpes se-Kabupaten Majalengka. Kegiatan dimaksud sebagai bentuk kepedulian sosial atas wabah covid-19. Kendati begitu, tak mengurangi kekhusyukan dalam memanjatkan doa.

“Keikutsertaan kita dalam tilawah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara secara virtual yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka ini,“ jelasnya, Selasa (13/7/2021).

BACA JUGA: Vitamin Langka, Dewan Minta Polisi Lakukan Sidak

Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi mengatakan, bahwa bangsa dan negara saat ini masih dalam kondisi sakit, dimana menurutnya covid-19 belum berakhir.

“Kita telah mengetahui bahwa bangsa dan negara hingga saat ini belum bebas dari wabah covid-19, upaya pemerintah sudah sangat masif dilakukan, namun Allah belum mengambil wabah itu, maka doa bersama ini merupakan salah satu wahana berserah diri dan berdoa kepada Allah agar Bangsa dan Negara Indonesia secara keseluruhan diberi kekuatan dan keselamatan,“ tuturnya.

Tilawah dan doa bersama sebagai usaha batiniah  kata Bupati Karna akan dikaji untuk dilaksanakan rutin sebulan sekali. “Secara lahiriah mari ikut berperan dalam tangkal virus corona dengan mengupayakan terus mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi,” kata Bupati Karna. (Dins)

Comment