by

PUPR Tagih Tanggung Jawab Rekanan

KABUPATEN CIREBON, SC- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon meminta pihak kontraktor yang melaksanakan perbaikan Jalan Tegalsari-Lemahtamba tepatnya di ruas sekitar kantor Kecamatan dan Polsek Plered untuk menunjukkan tanggung jawab kembali memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya, jalan yang belum lama diperbaiki itu kini kembali rusak parah. 

Hal itu dikemukakan Kabid Peningkatan Jalan dan Jembatan PUPR Kabupaten Cirebon, Tomy Hendrawan, saat dikonfirmasi mengenai kondisi terkini jalan yang baru beberapa waktu diperbaiki tersebut. Tomy mengaku meminta maaf pada masyarakat atas kondisi tersebut.

Ia mengatakan, sudah melakukan komunikasi dengan penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan.

“Kebetulan penyedia jasa sudah terus kita bersurat dengan yang bersangkutan, tetap itu menjadi tanggung jawab penyedia jasa,” ujarnya, Selasa (27/7/2021).

Tomy mengaku terus melakukan imbauan kepada penyedia jasa (kontraktor rekanan dinas, red). Karena, ketika jaminan pemeliharaan diambil penyedia jasa harus melaksanakan pemeliharaan atau perbaikan.

“Karena untuk jaminan pemeliharaannya diambil, mau tidak mau pelaksanaan di lapangan pun harus dalam kondisi baik. Itu konsen buat kita juga,” katanya.

Sebetulnya, lanjut Tomy, batas waktu pemeliharaan sampai bulan Juli. Nanti tetap mau tidak mau, walaupun di akhir Juli belum terlaksana.

“Sebetulnya kerugian juga bagi penyedia jasa. Nanti kalau misalnya pemeliharaan jalan tersebut temponya 180 hari kalender atau 6 bulan ternyata di bulan ke tujuh juga belum dilaksanakan, ya belum diserahterimakan nantinya. Berarti masih terus menjadi tanggung jawab penyedia jasa,” tandasnya.

Pantauan Suara Cirebon di lapangan kondisi jalan cukup parah. Pasalnya, lubang menganga dan aspal yang mengelupas banyak ditemui di ruas jalan itu. Padahal jalan itu belum lama diperbaiki, belum enam bulan. Oleh karena itu, para pengguna jalan yang hendak melintas pun harus berhati-hati.

Seorang pengguna jalan, Aples (48) mengaku setiap harinya selalu hilir mudik bepergian melintasi jalan itu dari arah utara ke selatan menuju Pasar Plered atau Pasalaran untuk belanja memenuhi kebutuhan dagangan warungnya.

Ia yang mengendarai kendaraan roda dua, harus ekstra berhati-hati dan selalu waspada. Karena rusaknya jalan itu.

“Memang khawatir kalau lewat jalan ini, apalagi kalau malam hari. Padahal sih saya sudah senang, kan baru aja diperbaiki. Tapi kok udah rusak lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Rekanan Proyek Jalan Diminta Perhatikan Kualitas

Padahal, ia berharap setelah diperbaiki jalan itu akan mampu bertahan cukup lama. 

“Ya minimal satu tahun lah, ini sih belum ada setahun udah rusak lagi, parah,” ucapnya sambil kembali melanjutkan perjalanannya. (Joni)

Comment