by

FKKC Ciledug Minta Pilwu Digelar

KABUPATEN CIREBON, SC– Berawal dari aspirasi para kuwu se-Kecamatan Ciledug yang akan habis masa jabatannya pada akhir tahun 2021, Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) Kecamatan Ciledug mendesak Pemkab Cirebon agar bisa mnggelar pemilihan kuwu (Pilwu) serentak pada tahun ini dengan menerapkan protokoler kesehatan (Prokes) secara ketat.  

Menurut Ketua FKKC Kecamatan Ciledug, Udin, aspirasi kuwu petahana yakni kalau masyarakat sudah terkotak-kotak walau belum ada masa pendaftaran kuwu, ditambah biaya calon kuwu yang berasal dari  masyarakat ataupun dari petahana sudah sama-sama habis habisan.

“Hal ini menyebabkan bakal calon kuwu se-Kecamatan Ciledug serta se-Kabupaten Cirebon agar Pilwu serentak digelar pada tahun 2021, jangan sampai ditunda, hanya saja persiapan Pilwu serentak harus di bahas secara maksimal,” ungkapnya, Rabu (28/7) .

Dikatakan, pembahasan pilwu serentak harus melibatkan bupati Cirebon, bupati harus bisa mengeluarkan Perbup Pilwu setelah tahapan Pilwu sudah dibuka dinas terkait DMPD Kabupaten Cirebon harus membuat aturan serta regulasi Pilwu serentak.

“Regulasi Pilwu serentak harus dibahas dengan anggota DPRD Kabupaten Cirebon dalam hal tentang biaya penyelenggaraan Pilwu serentak serta keamanan saat Pilwu atau paska-Pilwu serentak di tahun 2021,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pilwu Digelar Tanpa Kampanye Tatap Muka

Sementara itu, Kuwu Ciledug Wetan, Sudin menjelaskan pihaknya sebagai petahana yang ingin maju kembali di Pilwu serentak di tahun 2021 perihal biaya sudah membengkak dan habis-habisan. Bahkan, salah satu bakal calon kuwu sudah mengeluarkan biaya yang besar setiap harinya.

“Sehingga kami sebagai petahana yang ingin maju lagi sebagai bakal calon kuwu meminta kepada Bupati Cirebon bersama dinas terkait, anggota dewan dan lainnya hrus saling berkordinasi dalam hal Pilwu serentak di tahun 2021,” katanya.

Pihaknya berharap sebagai petahana meminta kepada bupati Cirebon, Imron Rosyadi beserta Forkompolinda Kabupaten Cirebon agar bisa mendengarkan aspirasj para bakal calon kuwu yang sudah mengeluarkab biaya yang tinggi. (Dedi)

Comment