by

Insentif Nakes Kota Cirebon Terbilang Kecil

KOTA CIREBON, SC- Besaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Cirebon yang menangani pasien Covid-19 dinilai relatif kecil. Pasalnya insentif yang didapat hanya setengah dari nilai standar tertinggi yang diperbolehkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon, dr Katibi mengatakan, besaran insentif yang nakes yang menangani pasien Covid-19 disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Diakuinya, besaran yang diperoleh nakes di Kota Cirebon memang di bawah standar maksimal yang diperbolehkan Kemmenkes. Ia mencontohkan, dokter spesialis standar maksimalnya Rp15 juta, tapi kondisi keuangan kota Cirebon baru sanggup memberi Rp7,5 juta.

“Memang kalau mengacu ke aturan Menteri Kesehatan, nilai yang diterima oleh nakes kita masih di bawah dari standar maksimum. Tapi mudah-mudahan kekurangannya dibalas ganjaran dari Tuhan YME,” kata Katibi, Senin (2/8/2021).

Meski besaran dana insentif yang diterima terbilang tidak cukup tinggi, namun menurutnya, hal itu tidak menurunkan semangat kerja para tenaga kesehatan di Kota Cirebon dalam menangani pandemi Covid-19.

Katibi mengklaim, insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya sudah dibayarkan.

“Sudah kami bayarkan insentifnya, tapi untuk periode Januari sampai April dulu, sisanya belum,” kata Katibi.

Sedangkan, untuk bulan Mei-Juni, informasinya anggaran sudah disiapkan, tetapi untuk Juli-Desember masih menunggu dianggarkan di APBD-Perubahan.

BACA JUGA: Rekrutmen Nakes Belum Penuhi Kuota

Informasi yang dihimpun Suara Cirebon menyebut, anggaran yang digunakan untuk membayarkan insentif nakes ini sumber dari komponen dana alokasi umum (DAU) yang ditransfer dari pemerintah pusat. Ironisnya besaran DAU yang diterima kabupaten/kota justru mengalami pengurangan setiap bulannya sejak awal tahun 2021 ini.

Secara umum, total insentif nakes yang sudah terserap mencapai 54,55 persen dari total anggaran sebesar Rp12,3 miliar. Insentif yang sudah dibayarkan nilainya mencapai Rp6,7 miliar untuk periode Januari-April 2021. (Surya)

Comment