by

Harga Telur Ayam Ras Turun Drastis

MAJALENGKA, SC- Sejak beberapa pekan terakhir harga telur ayam ras  di Kabupaten Majalengka terus merosot. Penurunan harga yang signifikan membuat peternak ayam telur kelimpungan. Pasalnya,  harga pakan ayam petelur cukup mahal.

Sebelum terjadi penurunan, harga telur ayam ras di pedagang (pasar)  mencapai Rp24 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga telur ayam ras merosot hingga Rp19 ribu per kilogramnya.

Supriadi, petugas pasar Sindangkasih mengatakan, harga telur mengalami penurunan sebesar seribu rupiah. Sehari sebelumnya harga telur ayam ras masih berada di angka Rp 21 ribu per kilogram. “Hari ini harganya turun lagi menjadi Rp20 ribu per kilogram,” katanya, Selasa (21/9/2021).

Menurut Supriadi, berkuranganya permintaan pasar atau daya beli konsumen disinyalir menjadi pemicu turunnya harga telur tersebut.

Sebelumnya kata dia, harga telur di Pasar Sindangkasih tertinggi di kisaran Rp24 ribu. Kondisi tersebut terjadi saat menjelang lebaran. Sedangkan pada hari biasa, harga telur ayam ras berkisar antara Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilogramnya.”Dan  sejak beberapa hari ini harga telur ayam ras terus mengalami penurunan,” jelasnya.

BACA JUGA: Masyarakat Kritik Kebijakan Pemkab Majalengka

Sementara itu salah seorang pedagang, Ade mengatakan, harga telur terut merosot. Bahkan, harga telur di warungnya  kembali mengalami penurunan dibanding Senin kemarin.

“Sekarang untuk eceran saya jual Rp19 ribu per kilogram. Sedangkan kalau belinya banyak atau borongan malah hanya Rp18 ribu,” katanya.  

Sementara itu salah satu peternak ayam petelur Asep Hamdan mengaku mengalami kerugian akibat anjloknya harga telur. Dia terpaksa harus menutupi biaya kekurangan dari penjualan telur agar usaha ternak ayam tetap berjalan.

Menurut Asep saat ini untuk satu kilogram telur ke distributor hanya  sekitar Rp16 ribu. Padahal  sebelumnya harga jual paling murah Rp21 ribu per kilogram. Sedangkan  saat ini kata Asep harga pakan ternak ayam tergolong mahal.

”Untuk menutup biaya pakan, terpaksa harus nombok dulu, mudah-mudahan kondisi ini tiak berlarut. Bila harga telur tak kunjung normal, peternak ayam bisa gulung tikar,” ujarnya. (Dins)

Comment