by

Hero Minta Yusril tak Campuri Dapur Demokrat

KOTA CIREBON, SC- Keterlibatan advokat senior yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, yang digandeng mantan kader Partai Demokrat kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang atau kubu Moeldoko, mendapat perlawanan sengit kubu Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dapil Kabupaten/Kota Cirebon dan Indramayu yang juga Kepala Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (KBPOKK) DPP Demokrat, Herman Khaeron meminta Yusril untuk tidak mengurusi dapur partai lain.

Menurutnya langkah yang dilakukan Yusril sangat tidak tepat, mengingat posisi Yusril sebagai ketua umum Partai Bulan Bintang.

“Kami terusik dengan langkah yang dilakukan Pak Yusril, kalau niatnya demokrasi tidak usah melalui Partai Demokrat, AD/ART Partai Bulan Bintang silakan diuji,” kata Herman Khaeron, saat berkunjung di Kota Cirebon, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, AD/ART Partai Demokrat disahkan melalui kongres yang dihadiri seluruh kader Demokrat dari berbagai tingkatan kepengurusan dan perwakilan dari organisasi sayap.

“Bahkan AD/ART juga sudah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, rakyat juga dapat menilai mana yang benar dan mana yang salah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Kang Hero itu itu menyatakan, karena telah mengusik Partai Demokrat yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono, kader Demokrat tidak akan tinggal diam.

“Kami melakukan perlawanan, ketenangan kami diusik kemudian kedaulatan kami diintervensi ya otomatis kami harus melakukan perlawanan dengan cara kami. Persoalan hukum kami juga menyiapkan tim hukum,” katanya.

Untuk diketahui, langkah Yusril menjadi kuasa hukum hukum kubu Moeldoko untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung, menjadi babak baru dari konflik dualisme di Partai Demokrat.

Pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno ikut menanggapi hal tersebut menilai keputusan Yusril bisa memunculkan conflict of interest.

“Poin saya pada sosok Yusril-nya, apapun judulnya dia advokat atau lawyer, posisinya di Partai Bulan Bintang (PBB) tentu akan memunculkan conflict of interest,” kata Adi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Senin (27/9/2021).

“Ada apa begitu Yusril sebagai pengacara yang cukup terkenal ikut campur dalam persoalan dualisme partai,” tambah Adi.

Di sisi lain, Adi juga menyoroti soal berbahayanya menggugat AD/ART partai. Sebab, menurutnya persoalan AD/ART merupakan persoalan internal partai.

“Tentu jadi berbahaya karena persoalan AD/ART itu persoalan dapur partai orang.”

“Bisa mancing banyak orang nanti menggugat AD/ART partai-partai lainnya, ini yang bahaya,” ungkap Adi.

BACA JUGA: Sekretaris PKB Jabar Beri Pendidikan Politik Kader

Adi pun menilai, Yusril perlu berhati-hati dalam menanggapi persoalan ini.

“Dalam konteks ini Yusril harus hati-hati betul mengungkapkan argumen-argumen hukumnya.”

“Dalam kapasitas dan konteks apa AD/ART yang merupakan internel Partai Demokrat harus direcoki.”

“Ini yang menjadi gaduh karena Yusril ini bukan pengacara kemarin sore, tapi cukup berpengalaman dalam banyak hal memenangkan pertarungan,” jelas Adi. (Surya)

Comment