by

Kementan Gandeng Komisi IV Gelar Bimtek

MAJALENGKA, SC- Peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kementan). Guna mengungkit kompetensi petani dan penyuluh menuju pertanian maju, mandiri dan modern  adalah dengan bimbingan teknis.

Bersama Komisi IV DPR RI, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh di Kabupaten Majalengka.   Kegiatan Bimtek yang melibatkan 120 peserta dihadiri anggota Komisi IV DPR RI H. Sutrisno dan Kepala PPMKP Yusral Tahir, Rabu (6/10/2021) di Desa/Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Dihadapan peserta Bimtek yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Majalengka anggota Komisi IV DPR RI H.Sutrisno berharap pelatihan petani dan penyuluh makin meningkat pengetahuannya. Karena Bimtek memiliki arti penting dalam meningkatkan kompetensi petani untuk membangun pertanian. Utamanya dalam meningkatkan keahlian yang akan mendorong peningkatan kesejahteraan kelompok tani dan anggota.

“Bimtek ini harus terus kita laksanakan untuk meningkatkan keahlian yang akan mendorong peningkatan kesejahteraan poktan dan anggotanya,” kata legislator PDIP tersebut.

Dalam acara yang sama secara khusus Sutrisno memaparkan tentang mekanisme dan alur distribusi pupuk bersubsidi  pada peserta Bimtek. Pengetahuan tentang mekanisme dan alur distrbusi pupuk ini dipandang penting  diketahui oleh petani, mengingat masih banyak persoalan yang muncul dilapangan dalam pemenuhan kebutuhan pupuk.

Menurut Sutrisno, pupuk bersubsdi meliputi pupuk anorganik dan organik. Pupuk anorganik meliputi Urea, SP-36, ZA dan NPK. “Pupuk bersubsdi ini diberikan kepada petani yang sudah tergabung dalam Kelompok Tani. Dan Kelompok Tani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsdi adalah yang sudah menyusun e-RDKK,” jelasnya.

Apabila terjadi kekurangan pupuk bersubsdi di tingkat kecamatan, maka kabupaten berhak melakukan realokasi. Sedangkan bila kekurangan di tingkat kabupaten, maka provinsi yang berwenang melakukan realokasi. “Kenapa demikian, karena alokasi  pupuk  ini  diusulkan oleh daerah mulai tingkat kecamatan hingga provinsi,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala PPMKP Yusral Tahir mengajak peserta untuk memanfaatkan Bimtek sebagai ajang bertukar informasi, teknologi dan inovasi agar bisa masuk pasar dengan mudah.

BACA JUGA: Bupati Karna Minta Hukum Ditegakkan, Tindak Tegas Pelaku yang Menyebabkan Dua Warganya Tewas

Petani juga dituntut kreatif menggunakan teknologi sebagai celah agar dapat maju dan tumbuh. “Untuk menjadi kreatif pelatihan menjadi aspek penting dalam meningkatkan kapasitas SDM pertanian,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Andir, Kecamatan Jatiwangi H.Uung menyambut baik  kegiatan Bimtek. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan petani ataupun pemerintahan desa dalam upaya meningkatkan hasil pertanian,” ucapnya. (Dins)  

Comment