by

Bebasan Cirebon Terancam Punah

KABUPATEN CIREBON, SC- Penggunaan Bahasa Cirebon (bebasan) saat ini cenderung terancam ditinggalkan masyarakat. Hal itu terlihat dari masyarakat yang menggunakan bebasan semakin sedikit bahkan banyak yang sudah tidak menggunakan bahasa daerah tersebut.

Bayang-bayang kepunahan yang semakin nyata tersebut harus segera diantisipasi agar tetap lestari. Berbagai pihak pun merasa terpanggil dan kini berupaya melestarikan Bahasa Cirebon.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, H Amin, mengatakan, salah satu upaya tersebut ialah melalui kegiatan Desiminasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Cirebon Kabupaten Cirebon untuk memberikan titik tekan agar pelestarian Bahasa Cirebon bisa optimal dilakukan.

“Goalsnya adalah siswa- siswa kita bisa menerapkan bebasan baik berbicara dengan orangtua atau dalam pergaulan sehari-hari,” ujar Amin, Rabu (17/11/2021).

Menurut Amin, pihaknya sudah merancang agar penggunaan bebasan bisa diterapkan di lingkungan sekolah, kantor pemerintahan dan dilingkungan rumah. Hal tersebut dimaksudkan agar upaya pelestarian bebasan bisa maksimal dan bisa dirasakan hasilnya.

“Kita akan buat regulasinya, jadi nanti ada satu hari khusus, baik disekolah maupun dirumah bahkan kantor pemerintahan agar bisa menggunakan bebasan. Secara umumnya harus ada surat edaran dari kepala daerah agar penerapan bisa maksimal dilakukan,” kata dia.

Di internal dinas pendidikan sendiri, lanjut Amin, saat ini tidak ada guru atau pengajar khusus yang memiliki latar belakang sarjana Bahasa Cirebon. Hal ini karena belum ada universitas atau fakultas khusus untuk sastra dan bahasa Cirebon. Sehingga menurut dia, di Kabupaten Cirebon tidak ada guru khusus yang memang mempunyai basil pengetahuan sebagai ahli atau sarjana bahasa Cirebon.

BACA JUGA: Disdik Kabupaten Cirebon Bakal Urunan Bantu SDN I Waleddesa

“Guru Bahasa Cirebon kita ini aslinya guru biasa yang kemudian terpaksa mengajar Bahasa Cirebon, ini juga harus dicari jalan keluarnya. Harapan saya ada universitas yang membuka prodi Bahasa Cirebon,” tegasnya.

Yang tak kalah penting, imbuh Amin, dengan segela keterbatasan yang ada, sudah seharusnya dilakukan penyusunan materi ajar yang baik dengan melibatkan budayawan dan satrawan Cirebon sekaligus mendorong guru-guru bahasa Cirebon untuk membantu penyusunan bahan ajar untuk para pelajar. (Islah)

Comment