by

Oknum Guru di Majalengka Diduga Jadi Calo Honorer

MAJALENGKA, SC- Dunia pendidikan di Majalengka tercoreng oleh ulah oknom guru Sekolah Dasar (SD). Pendidik di salah satu SDN Negeri di Kecamatan Maja tersebut diduga telah menipu warga dengan dalih dapat memasukkan kerja ke salah satu lembaga pemerintah. Karena perbuatan tak terpuji oknom guru tersebut, korban menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Menurut keterangan Soleh, salah satu kerabat korban, perbuatan pelaku terjadi pada 2020 lalu. Saat itu oknom guru berinisial AW itu mendatangi saudaranya di Desa Tajur, Kecamatan Cigasong. Kedatangan AW saat itu menawarkan jasa mencarikan pekerjaan untuk anak korban.

Kepada korban AW mengatakan bahwa ada kesempatan bagi anaknya untuk bekerja pada salah satu dinas di pemerintahan Majalengka. Dan dirinya bisa membantu untuk meloloskan anaknya untuk bekerja di instansi pemerintah, dengan catatan harus menyiapkan sejumlah uang.

BACA JUGA: Program PTSL di Majalengka Fokus di Dua Kecamatan

“Saudara saya awalnya ragu, tapi karena pelaku bicaranya meyakinkan, apalagi dia sorang guru, akhirnya persyaratan itu dipenuhi,” ungkapnya, Senin (24/1/2022.

Karena tidak memiliki uang cukup, kata Soleh, pembayaran dilakukan dengan cara dicicil, hingga totalnya mencapai Rp30 juta. Pemberian sejumlah uang pada AW di antaranya ada yang menggunakan tanda terima berupa kwintasi  bermateri.

”Saat menyerahkan uang  pada AW, saudara saya tidak selalu menerima bukti pembayaran, tapi ada di antarnya yang menggunkan kwintasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Keluhan Petani, Komisi II DPRD Majalengka Sidak Pupuk

Menurut dia, meski persyatan yang diminta pelaku sudah dipenuhi, namun janji untuk memasukkan saudaranya ke dinas yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Pelaku selalu mencari alasan ketika ditanyakan kapan bisa mulai masuk  kerja di dinas yang dia janjikan.

“Karena tidak ada kejelasan, akhirnya  saudara saya meminta kembali uang yang sudah diberikan. Lagi-lagi dia beralasan dan terus berjanji,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Hj. Lilis Yuliasih belum memberikan keterangan terkait tindakan tak terpiji oknum guru di majalengka tersebut. Meski ulah AW yang menyebabkan warga rugi puluhan juta telah disampaikan melalui pesan WatsApp. (Abr)

Comment