by

Kerusakan Jalan Cigasong – Cikijing kian Parah

MAJALENGKA, SC- Tak kunjung mendapatkan perbaikan, kerusakan jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Kecamatan Maja-Kecamatan Cikijing semakin parah. Kerusakan yang sudah terjadi selama berbulan-bulan tersebut sangat membahayakan masyarakat pengguna jalan.

Insiden kecelakaan, terutama pengguna kendaraan roda dua (motor)  dikabarkan cukup sering terjadi. Protes masyarakat pengguna jalan terhadap kerusakan jalan sering dilontarkan, tak terkecuali melalui media sosial (Medsos). Seperti ditulis oleh pemilik akun Umar Sujana di Facebook. Dalam bahasa Sunda pemilik akun Umar Sujana meminta gubernur untuk  melakukan perbaikan pada ruas jalan Majalengka – Cikijing tersebut. 

Jaenal warga Cikijing mengaku sangat merasakan dampak dari kerusakan jalan yang sudah terjadi selama berbulan-bulan tersebut. Menurut dia, akibat kondisi jalan yang banyak dipenuhi lobang, bahkan, kubangan air dibeberapa lokasi membuat jarak tempuh Cigasong-Maja-Cijiking menjadi lebih lama lagi.

BACA JUGA: Longsoran Tebing di Majalengka Hantam Rumah Warga

”Dalam kondisi jalan normal, waktu tempuh Cigasong-Cikijing paling lama 45 menit, tapi sejak jalan rusak lebih lama lagi. Kadang satu jam lebih ,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Menurut pria yang bekerja di wilayah Kecamatan Majalengka ini, kerusakan jalan di sepanjang ruas jalan Cigasong-Cikijing saat ini sudah sangat parah dan membahayakan pengendara.

”Paling parah di daerah Kecamatan Banjaran, seperti di daerah wates dekat POM bensin,dan daerah Wanahayu. Kalau habis turun hujan banyak kubangan air,” tuturnya.

BACA JUGA: Kerusakan Jalan Lingkar Utara Makin Parah

Keluhan yang sama dilontarkan Septiani, warga Desa Genteng, Kecamatan Talaga. Akibat kerusakan jalan yang tak kunjung mendapatkan perbaikan, ibu satu orang anak ini mengaku harus ekstra hati-hati saat akan ke pasar. Apalagi, penerangan jalan di sepanjang jalaur Cigasong-Cikijing masih sangat kurang.

“Paling repot kalau habis hujan, lobang jalan tidak terlihat jelas karena penerangan jalan juga sangat kurang,” ujarnya.

Menurut Septiani, kerusakan jalan yang paling parah dari arah Talaga – Maja selain di daerah wates, juga di beberapa titik lainnya, seperti di pertigaan menuju Cihaur. “Karena jalanya rusak, terkadang saya jadi terlambat jualan ke Pasar Maja,” keluhnya.

BACA JUGA: Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Daerah

Warga lainnya Tatang mengatakan, dengan tidak adanya perbaikan, ataupun penanganan pada ruas jalan yang mengalami longsor pengendara dituntut ekstra hati-hati saat melintas di jalan tersebut. Apalagi kalau berkendara di malam hari, karena lampu penerangan jalan juga sangat minim.

”Pemerintah seperti tidak peduli dengan keselamatan warga, dengan membiarkan kondisi jalan dan bekas longsor seperti itu. Apa harus menunggu ada korban dulu baru dilakukan perbaikan,” cetusnya. (Abr)

Comment