by

Pemilihan Ketua PCNU Mengarah Aklamasi

KABUPATEN CIREBON, SC Sehari jelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, dukungan kepada ketua PCNU petahana, KH Azis Hakim Syaerozi untuk kembali menakhodai organisasi menguat.  

Beberapa ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) di antaranya, MWC NU Mundu, Jamblang, Dukupuntang, Palimanan dan MWC NU Depok mendatangi panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Cirebon di Sumber, untuk mendaftarkan KH Azis Hakim Syaerozi sebagai bakal calon Ketua PCNU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2022-2027, Selasa (29/3/2022).

Para ketua MWC NU itu datang sekitar 10 jam menjelang penutupan penjaringan calon Ketua PCNU Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA: Pengurus MWC NU dan Muslimat Plered Dilantik

Salah seorang perwakilan MWC NU, K R Al-Banna mengatakan, mereka sengaja mendatangi panitia untuk mendaftarkan ketua PCNU periode 2017-2022, Aziz Hakim untuk diusung kembali menjadi calon ketua pada konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Nihayatul Amal, Kecamatan Waled, Rabu (30/3/2022) hari ini.

Menurut Banna, dirinya bersama tim membawa berkas pendaftaran disertai lampiran dukungan seluruh ketua tanfidziyah dari 40 kecamatan. Ia memprediksi, jika melihat bukti dukungan dari seluruh ketua NU tingkat kecamatan, gelaran pemilihan ketua PCNU bakal mengarah aklamasi.

“Suatu keputusan ideal sesuai dengan perintah AD/ART. Mungkin ini sejarah baik bagi gelaran konferensi NU tingkat kabupaten karena, insyaallah pemilihan ketua dilakukan secara musyawarah mufakat dan aklamasi, urutan terbaik dalam pengambilan keputusan di lingkungan NU,” kata Banna.

BACA JUGA: Penjaringan Balon Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Dibuka

Sementara, Ketua MWC NU Kecamatan Palimanan, H. Syadiq mengatakan, dukungan maksimal dari ketua-ketua NU tingkat kecamatan tidak datang secara sekonyong-konyong. Ia menilai, program-program yang diluncurkan pengurus cabang dalam periode lalu, betul-betul memukau. Sehingga, kata dia, tidak ada alasan bagi pengurus di tingkat kecamatan untuk tidak mengusung kembali Aziz Hakim sebagai ketua PCNU.

Tujuan dukungan tersebut, lanjut Syafiq, agar progam periode pertama bisa dimaksimalkan pada periode kedua. Kemudian, gagasan-gagasan lanjutan untuk memperkuat progam di periode pertama sangat mungkin diwujudkan.

“Saya yakin melihat bukti-bukti kinerja Kang Aziz, beliau sangat mampu dan kapabel,” ucapnya.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan 2022, Satres Narkoba Polres Cirebon Kota Lakukan Razia, Sita Ratusan Botol Minuman Keras

Hal senada disampaikan Ketua MWC NU Dukupuntang, H Asep Saefullah, yang menyebut, di bawah kepimpinan Aziz Hakim Syaerozie, NU Cirebon sangat bisa dibanggakan. Karena, kinerja secara organisasi cukup visioner dan karya-karya pengabdiannya patut dibanggakan.

“Belum ada dalam sejarah organisasi NU Kabupaten Cirebon yang berhasil membangun model pengembangan ekonomi untuk penguatan organisasi dengan pendekatan manajemen profesional kecuali eranya Kang Aziz. Lihat eN-U mineral, klinik NU, koperasi NU berimplikasi terhadap penguatan organisasi sampai ke level kecamatan,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung dia, tidak ada alasan bagi siapa pun yang berfikir objektif untuk mengganti kepemimpinannya sepanjang yang bersangkutan masih bersedia.

BACA JUGA: Warga Losari, Gegesik, dan Gunungjati Sudah Bisa Bikin e-KTP di Kecamatan

“Kita wajib memberikan kesempatan periode keduanya untuk makin memaksimalkan pengabdiannya,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MWC NU Jamblang, Dayat, menegaskan, saat ini merupakan eranya pemimpin ormas besar seperti NU harus dikendalikan oleh kiai-kiai visioner yang memiliki pengabdian kuat dan kesempatan besar untuk menopang gerakan organisasi terutama menghadapi usia 1 abad NU.

“Kang Aziz sangat cocok di gagasan ini,” kata Dayat.

BACA JUGA: Incinerator Tak Optimal, Sampah Menumpuk di TPS

Dikonfirmasi terpisah, Aziz Hakim Syaerozie meminta agar mereka tidak berekspektasi berlebihan terhadap dirinya. Karena, ia juga belum tentu bisa mewujudkan apa yang menjadi impian para ketua NU kecamatan tersebut.

Ia mengaku, merasa berat mengemban amanat memimpin NU. Karena itu, ketika masa jabatannya habis, ia pun mengembalikannya kepada pemangku tertinggi forum organisasi NU, yaikni konfercab. Bahkan, Aziz yang sudah berkhidmat selama lima tahun di NU mengaku malu untuk menyatakan diri menjadi ketua kembali.

Ia pun kemudian menyerahkan penilaian kepemimpinannya pada periode sebelumnya kepada forum tersebut. Jika forum tersebut merasa puas dengan khidmatnya, lanjut Aziz, tentu para kiai secara otomatis menginginkan dirinya mempimpin kembali NU. Sebaliknya, jika tidak memuaskan bahkan melenceng dari garis-garis orgnasiasi, ia meyakini para kiai tidak akan merestuinya lagi dan hal itulah yang menjadi ukurannya.

BACA JUGA: Jelang Ramadan Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

“Yang benar, mari berihtiar secara bersama-sama untuk mewujudkan NU lebih baik, NU lebih inovatif dan dakwahnya diterima di khalayak umum,” kata Aziz.

Kendati demikian, jika memang dukungan tersebut merupakan kehendak dari para kiai di level kecamatan, ia mengaku bersedia dicalonkan kembali.

“Jika memang itu merupakan kehendak dari kiai-kiai di level kecamatan dan mayoritas, insyaallah saya bersedia,” tegasnya. (Islah)

Comment