“Artinya, kalau dua tahun setengah Gerindra tidak masuk di dalam AKD, kami punya tanggung jawab moril,” ujar Luthfi, Senin (4/7/2022).
Diterangkan Luthfi, turunan koalisi antara PKB dan Gerindra harus diejawantahkan. Salah satu bagian dari tindaklanjut koalisi di daerah adalah mendorong AKD proporsional.
Ia meyakini, koalisi-koalisi yang dilakukan baik antara PKB dan Gerindra maupun partai lain dengan partai lainnya adalah koalisi dalam kerangka yang konstruktif, yakni untuk Kabupaten Cirebon yang lebih hebat.
Namun, lanjut Luthfi, AKD proporsional yang ia dorong tersebut tidak serta merta akan menggeser posisi Partai NasDem yang saat ini dinilai strategis.
“Belum tentu, bahwa ini bagian dari kompromi. Ketika komprominya baik, ya semuanya harus optimal. Tidak serta merta (menggeser NasDem, red) begitu. Ini kan bagian dari kebersamaan, nah kebersamaan terbaik itu exercise-nya seperti apa, kita sepakati di dalam forum Bamus,” jelas Luthfi. (Islah)



















