SUARA CIREBON – Dua nama pejabat Provinsi Jawa Barat yang pernah menduduki jabatan sebagai Penjabat (Pj) Bupati dan Wali Kota Cirebon, Dicky Saromi dan Dedi Taufik, tidak masuk usulan DPRD Kabupaten Cirebon sebagai calon Pj Bupati Cirebon, karena terbentur aturan.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Moh Luthfi, kepada awak media, Senin, 11 Desember 2023.
“Ada beberapa eselon II Provinsi Jabar yang juga punya sejarah dengan Cirebon, seperti Dicky Saromi dan Dedi Taufik yang pernah menjabat Pj Bupati Cirebon dan Pj Wali Kota Cirebon. Hanya saja kedua nama itu tidak bisa diusulkan (sebagai Pj Bupati) ke Kemendagri sudah diusulkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadi Pj di daerah lain,” kata Luthfi.
Seperti diketahui, saat ini Dicky Saromi telah dilantik menjadi Pj Wali Kota Cimahi.
Karena alasan itulah, pihaknya mengusulkan Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Ade Afriandi sebagai satu dari tiga nama calon Pj Bupati Cirebon yang diajukan DPRD Kabupaten Cirebon. Luthfi menyebut, alasan memilih Ade Afriandi adalah karena yang bersangkutan memiliki kedekatan dengan Cirebon. Pasalnya luhur Ade merupakan orang Cirebon.
“Sebenarnya ada dua pejabat lainnya yang masuk kategori pejabat eselon IIA, yakni Rahmat Sutrisno dan Hendra Nirmala. Hanya saja, yang satu terbentur aturan yang kedua tidak berminat,” katanya.
Luthfi tidak menjelaskan secara detail aturan yang dimaksud. Ia pun menjelaskan kenapa bisa jatuh pilihannya ke Ade Afriandi yang notabene pejabat Pemprov Jabar, bukan pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon, karena pejabat eselon IIA di daerahnya sudah habis untuk diusulkan.
“Hanya Hilmy Riva’i yang bisa diusulkan,” ujarnya.
Politisi PKB ini pun menegaskan, per tanggal 6 Desember 2023 berkas sudah diserahkan langsung pihaknya ke Kemendagri RI. Surat dengan Nomor 1002 1292-DPRD bersifat rahasia itu perihal usulan nama calon penjabat Bupati Cirebon.
Surat itu ia tandatangani dan dicap stempel DPRD Kabupaten Cirebon, berisi tiga nama usulan calon Pj Bupati Cirebon, yakni Sugianto, Hilmy Riva’i dan Mochamad Ade Afriandi.
Luthfi membantah merahasiakan satu nama calon Pj Bupati yang diusulkan ke Kemendagri. Ia berkilah, perlu menunjukkan langsung ke media, berkas nama-nama yang sudah diajukan ke Kemendagri tersebut.
Hal itu, menurutnya, agar informasi yang diterima dan disebarkan ke masyarakat benar-benar valid dan konkret.
“Tidak ada yang dirahasiakan. Hanya memang saya sebagai orang yang bertanggung jawab atas keputusan lembaga DPRD bersama pimpinan yang lain, perlu menjelaskan kepada teman-teman media secara langsung dengan menunjukkan dokumen surat yang kami ajukan,” kata Luthfi.
Luthfi beralasan, informasi yang diterima tidak langsung atau dari sumber yang tidak jelas, bisa menjadi isu yang salah. Ia mengaku, satu nama selain Hilmi Rivai dan Sugianto itu, sudah melalui kesepakatan pimpinan DPRD.
“Semua pimpinan sepakat, dua nama hasil rapat pimpinan dan satu nama yang saya usulkan,” pungkasnya.***
Dapatkan update berita setiap hari dari suaracirebon.com dengan bergabung di Grup Telegram “Suara Cirebon Update”. Caranya klik link https://t.me/suaracirebon, kemudian join. Sebelumnya, Anda harus install dan daftar di aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



















