SUARA CIREBON – Sebuah pesan berantai beredar di sejumlah Grup WhatsApp (Grup WA) sejak Selasa 27 Agustus 2024 lalu berisi catatan soal resiko hidup terhina karena durhaka kepada orang tua.
Pesan berantai itu juga mencatat sembilan manfaat yang bisa dinikmati dalam hidup jika tidak durhaka kepada orang tua, dan sebaliknya berbakti dan memuliakannya.
Berikut pesan berantai catatan soal resiko hidup terhinda karena sebab durhaka kepada orang tua, serta sembilan manfaat jika kita memuliakan kedua orang tua kita.
Ingatlah: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (Adabul Mufrod no. 2, shahih)
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim no. 2551)
Beberapa faedah dari hadits ini:



















