SUARA CIREBON – Di tengah gempa yang tengah melanda Bandung dan Garut, beredar pesan berantai berjudul “Saatnya Muhasabah, Ketika Banyak Musibah”, terkait dengan renungan bagi kita untuk mengevaluasi diri atau introspeksi.
Artikel ini sangat menarik, bersumber dari Surau TV, sekaligus penting untuk dibaca lantas dijadikan renungan bagi kita mengapa musibah hampir setiap saat muncul yang menimbulkan banyak korban.
Artikel ini menarik, berisi pesan bagi semua orang, tentang ajakan bagi umat muslim untuk mulai melakukan muhasabah di tengah banyaknya musibah.
Muhasabah, merupakan kata dalam Bahasa Arab. Kurang lebih bila diterjemahkan ialah saatnya kita melihat kepada diri sendiri atau introspeksi.
Mari, dengan hati terbuka, kita baca artikel ini sebagai renungan malam :
SAATNYA MUHASABAH, KETIKA BANYAK MUSIBAH.
Ketika musibah dan bencana datang menghampiri kita, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya.
Ketika kita terzholimi oleh atasan atau majikan karena belum telat gaji bulanan, kadang yang jadi biang kesalahan adalah majikan atau bos yang dijuluki pelit atau bakhil. Walau memang sebab-sebab tadi bisa jadi benar sebagai penyebab, namun jarang ada yang merenungkan bahwa karena dosa atau maksiat yang kita perbuat, akhirnya Allah mendatangkan musibah, menurunkan penyakit atau ada yang menzholimi kita.



















