SUARA CIREBON – Jika pergi ke Semarang, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya kita pasti akan menjumpai banyak Angkringan, penjual makanan yang menggunakan gerobak dorong.
Di atas gerobak dorong, disajikan aneka masakan dan makanan. Nasi yang dibungkus daun pisang didalamnya ada ikan teri, dan oseng tempe.
Ada juga nasi dibungkus daun pisang dalamnya ada mie, oseng tempe dan tahu, dan beragam menu lainnya.
Itulah yang disebut dengan nama sangat populer sejak tahun 90an, ialan Nasi Kucing. Anak muda sekarang meyebutnya Naskuc.
Diatas gerobak itu pula, biasanya ada tiga ceret besar. Isinya air putih, air teh dan ada juga isinya kopi atau wedang jahe.
Untuk lauk,ada berbagai jenis yang disajikan dalam bentuk sate. Ada sate telor puyuh, ada sate usus, gaji, kulit ayam dan beragam lainnya.
Makin lengkap juga ada lauk dalam bentuk gorengan seperti tempe dan tahu goreng.Pilihan lauk lain berupa tahu dan tempe bacem.
Budayawan berdarah Tionghoa, Suhu Jeremy Huang Wijaya mencoba menelusuri sejarah singkat Angkringan.



















