SUARA CIREBON – Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyentil soal egosentrisme Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA) dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) terpidana kasus Vina Cirebon.
“Mengacu Strategic Model, majelis hakim akan menyidangkan perkara hukum dengan motif egosentrisme. Yakni, menjaga marwah lembaga dan menjamin karir hakim itu sendiri,” tuturnya, Senin 16 Desember 2024.
Reza Indragiri menjelaskan apa yang dimaksud dengan strategic model. Teori di dalam psikologi forensik yang menjelaskan motif di balik otoritas hakim dalam memutus sebuah perkara.
Strategic model adalah teori dalam psikologi forensik, bahwa otoritas penegakan hukum dalam memroses kasus hukum bukan semata-mata untuk kepentingan para pencari keadilan. Bukan sebatas untuk merealisasikan kepastian, kemanfaatan, dan keadilan.
“Ada motif egosentrisme. Menjaga marwah lembaga dan menjamin karier hakim sebagai dampak dari putusan terhadap perkara yang ditangani,” jelasnya.
Reza Indragiri mengungkapkan rapor beberapa institusi penegakan hukum dalam sistem peradilan pidana.
Kejaksaan Agung (Kejagung), berusaha menambah kredit di masyarakat melalui serangkaian operasi penangkapan, setidaknya ada tiga koruptor dalam beberapa pekan ini.
Kemudian Polri yang terlihat aktif melakukan penangkapan sindikat judol di Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi).



















