SUARA CIREBON – Duta Besar (Dubes) Republik Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon, Selasa, 14 April 2026.
Kunjungan Dubes Bulgaria itu disambut langsung Bupati Cirebon, H Imron didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.
Bupati Cirebon, H Imron mengatakan, kedatangan Dubes Tanya Dimitrova ke Kabupaten Cirebon dalam rangka memperluas kerja sama dengan Kabupaten Cirebon, sebagai daerah penghasil furnitur rotan.
“Kunjungan Ibu Dubes Bulgaria dalam rangka menjajaki kemungkinan kerja sama ekonomi, khususnya furniture rotan serta furniture natural lainnya seperti bambu dan sejenisnya,” kata Bupati Imron kepada awak media.
Menurut Imron, potensi kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekspor dan penguatan industri berbasis kerajinan di Kabupaten Cirebon yang dikenal sebagai salah satu sentra utama furnitur rotan di Indonesia.
“Ibu Dubes sudah tahu banyak soal produk unggulan Kabupaten Cirebon, dia sudah beberapa kali ke sini. Sekarang dia ingin tahu lebih jauh tentang furnitur rotan dan produk-produk lainnya. Dia menginginkan produk unggulan kita sudah dari dulu,” ujar Imron.
Imron menjelaskan, masuknya minat investasi dari Eropa Timur ini dapat menjadi peluang strategis bagi penguatan struktur industri lokal.
Jika kerja sama ini terealisasi, lanjut Imron, Kabupaten Cirebon berpotensi memperluas jangkauan ekspor furnitur rotan ke pasar baru di kawasan Eropa.
Hal ini sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah melalui industrialisasi berbasis kerajinan.
Pihaknya berharap, para pengusaha dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekosistem industri rotan, mulai dari hulu hingga hilir, agar mampu memenuhi standar pasar internasional yang semakin kompetitif.
“Rombongan Dubes akan kita ajak melihat pusat produksi furnitur rotan dan perajin kerang,” kata Imron.
Dalam kesempatan itu, Duta Besar Republik Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, mengatakan, kunjungan dirinya ke Kabupaten Cirebon didorong oleh ketertarikan perluasan kerja sama ekonomi dengan daerah penghasil furnitur rotan.
Tanya menjelaskan, industri furnitur merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatiannya karena dinilai memiliki kualitas tinggi dan potensi ekspor ke pasar Eropa.
“Kerja sama ini sebenarnya bukan hal baru bagi kami, karena sudah pernah dilakukan dengan Jawa Tengah. Rencana kerja sama dengan Cirebon bukan sesuatu yang asing bagi kami,” ujar Tanya.
Menurut Tanya, Bulgaria melihat furnitur rotan Kabupaten Cirebon sebagai produk dengan daya saing tinggi di pasar internasional. Ia menilai kualitas produk, desain, serta potensi keberlanjutan bahan baku menjadi faktor utama ketertarikannya untuk memperdalam kerja sama di sektor tersebut.
“Salah satu yang ingin kami kerja samakan adalah suplai furnitur rotan,” jelas Tanya.
Selain fokus pada produk jadi, Bulgaria juga menyatakan keinginan untuk memahami secara lebih detail rantai produksi furnitur rotan di Kabupaten Cirebon. Dari mulai proses pembuatan, pengadaan bahan baku, hingga jaringan ekspor yang selama ini telah berjalan.
Pemerintah Bulgaria disebut ingin menjajaki lebih jauh komoditas dan produk unggulan lain dari Kabupaten Cirebon maupun wilayah sekitarnya. Selain sektor furnitur rotan, Bulgaria juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor lain yang dinilai memiliki potensi nilai tambah.
Tidak hanya sebatas perdagangan, Bulgaria juga menyatakan minat untuk menanamkan investasi di Kabupaten Cirebon, dan diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak sekaligus membuka peluang pertumbuhan industri di daerah.
Bulgaria juga menawarkan kerja sama manajemen persampahan, manajemen energi dan lainnya.
“Negara kami juga tertarik untuk menanam modal di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Suhartono, menyampaikan, kunjungan Duber Bulgaria tersebut dalam rangka menjajaki kemungkinan produk-produk Kabupaten Cirebon yang bisa diekspor ke Bulgaria.
“Sebetulnya dari 2010 sudah ada kemitraan antara Kabupaten Cirebon dengan Bulgaria. Cuman ada penurunan nilai ekspor dari 2024 sampai 2025, terutama rotan dan furnitur. Makanya titik berat (kunjungannya, red) sekarang di furniture,” kata Suhartono.
Sementara untuk produk alas kaki dan alat musik justru menunjukkan adanya peningkatan nilai ekspor di periode tersebut, yakni 2024-2025. Pangsa pasar terbesar furnitur rotan Kabupaten Cirebon adalah Asia, Australia, Eropa termasuk Amerika, yakni Amerika Utara dan Amerika Selatan.
“Ada alat musik dari Kabupaten Cirebon yang diekspor ke Bulgaria,” paparnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















