SUARA CIREBON – Tangis keluarga dan kerabat pecah saat peti mati berisi jenazah Egi Ramadan (30), seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang meninggal dunia karena dianiaya dan dibakar rekan kerjanya di Bali, tiba di kampung halaman di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Rabu 15 April 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.
Usai disalatkan di musala, korban pembunuhan tragis itu langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi tak jauh dari rumah kelahirannya. Isak tangis mengiringi pemakaman Egi.
Ayah korban, Kartomi (52), menyatakan, keluarga sangat kehilangan dan memikul duka mendalam atas kejadian yang menimpa Egi. Kartomi mengatakan, seluruh keluarga tidak terima atas kematian Egi yang diakibatkan ulah para pelaku.
“Keluarga meminta proses hukum seadil-adilnya dan menghukum para pelaku seberat-beratnya,” kata Kartomi, usai pemakaman Egi.
Ia mengaku mengetahui kejadian yang menimpa anaknya dari video yang dikirim oleh teman Egi.
“Setelah saya lihat, betul kalau yang dibakar itu Egi. Saya jujur sangat terkejut, sedih sekaligus marah,” katanya.
Kartomi membantak informasi yang beredar yang menyebut korban (Egi) yang terlebih dahulu memicu keributan.
“Informasi yang beredar itu tidak benar, itu bohong. Kalau setahu teman-temannya, Egi tidak mungkin ngomong seperti itu. Itu hanya rekayasa pelaku supaya seolah-olah tidak bersalah,” ujarnya.



















