SUARA CIREBON – Sebanyak 441 jemaah calon haji (calhaj) yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 5 Jawa Barat (kloter 1 Kabupaten Cirebon), dijadwalkan akan dilepas menuju Tanah Suci, Jumat, 24 April 2026 hari ini.
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, Ahmad Khotib Haryanto, mengatakan, sebelum diberangkatkan menuju Embarkasi Indramayu, para jemaah calhaj akan dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Asrama Haji Watubelah, Sumber.
Menurut Khotib Haryanto, pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting jelang keberangkatan ibadah haji. Jemaah diminta hadir lebih awal di masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Setibanya di Asrama Haji Watubelah sekitar pukul 07.20 WIB, para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai prosedur wajib, sebelum melanjutkan perjalanan ke Embarkasi Indramayu pada pukul 09.20 WIB. Total jemaah Kloter 5 sebanyak 441 orang, ditambah empat petugas, sehingga keseluruhan berjumlah 445 orang. Mereka terbagi dalam lima KBIH,” ujar Khotib, Kamis, 23 April 2026.
Lima KBIH tersebut, lanjut Khotib, meliputi KBIH Manbaul Ulum (Dukupuntang), Al Mabrur (Panguragan), Al Mabrur (Arjawinangun), Ajiziyah (Gegesik), dan KBIH Fatwa Mertapada Buntet (Astanajapura). Tujuh jemaah mandiri turut bergabung dalam rombongan KBIH Fatwa.
“Keberangkatan menuju Bandara Internasional Kertajati dijadwalkan pada 25 April 2026 pukul 08.45 WIB, dengan waktu lepas landas pukul 11.45 WIB menggunakan penerbangan SV5209,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran ibadah, Khotib menyebut, kloter 5 didampingi petugas lengkap, mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah, hingga tenaga medis.
“Tercatat satu dokter dan satu tenaga kesehatan disiapkan khusus untuk layanan kesehatan, sementara empat petugas lainnya menangani layanan umum,” jelasnya.
Selain itu, imbuh Khotib, enam Petugas Haji Daerah (PHD) turut mendampingi dengan pembiayaan dari APBD. Guna mempermudah koordinasi, total jemaah dibagi kedalam 11 rombongan selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Seluruh perlengkapan jamaah pun telah didistribusikan, termasuk koper bagasi maksimal 32 kilogram dan koper kabin 7 kilogram per orang. Kami berharap seluruh rangkaian persiapan ini dapat menunjang kelancaran ibadah jemaah,” ujarnya.
Khotib berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, lancar, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Secara keseluruhan, Kabupaten Cirebon akan memberangkatkan beberapa kloter pada musim haji tahun ini. Gelombang pertama mencakup Kloter 5 (24 April), Kloter 13 (30 April), dan Kloter 19 (5 Mei). Sementara gelombang kedua meliputi Kloter 25 (10 Mei) dan Kloter 32 (15 Mei), dengan perbedaan titik kedatangan di Jeddah.
Selain itu, terdapat dua kloter gabungan, yakni Kloter 35 (17 Mei) dengan 151 jemaah dan Kloter 40 (19 Mei) dengan 174 jamaah.
Di antara ribuan jemaah tersebut, calon jemaah tertua tercatat atas nama Turina (92) dari Desa Warugede, Kecamatan Depok. Sementara yang termuda adalah Fayruz Chalisa (15) asal Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani.***















