SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendorong kolaborasi dengan investor untuk menghadirkan sistem pemilahan sampah yang lebih efektif. Sejauh ini, sistem yang berjalan masih didominasi metode dumping atau pembuangan langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, menekankan optimalisasi pengelolaan sampah melalui proses pemilahan.
“Kami berharap, ke depan tidak hanya dumping. Tapi sampah harus dipilah, sehingga lebih optimal dalam pengelolaannya,” ujar Jigus, sapaan akrab Wabup, Kamis, 23 April 2026.
Jigus menegaskan, penekanan pemilahan sampah tersebut harus dilakukan sejak dari sumbernya, yakni masyarakat. Melalui sistem tersebut, sampah dapat dipisahkan sesuai klasifikasinya hingga bisa bernilai ekonomi.
Menurutnya, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk untuk kebutuhan pertanian. Sementara sampah anorganik, dapat dimanfaatkan sebagai refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif untuk industri, seperti pabrik semen.
Selain itu, Pemkab Cirebon juga mendorong pengembangan Program Kampung Bersih. Program ini sudah mulai diterapkan di beberapa desa sebagai percontohan.
“Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, saat ini sudah ada satu desa percontohan di masing-masing kecamatan,” kata Jigus.
Sebanyak 40 desa percontohan tersebut diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya dalam menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri.
“Harapannya bisa menularkan ke desa-desa lainnya,” jelasnya.
Jigus menegaskan, berbagai upaya penanganan sampah tersebut harus didukung oleh peran aktif masyarakat. Penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah saja.
“Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama. Kami tidak bisa sendiri, butuh dukungan desa, terutama masyarakat. Mindset harus diubah, minimal membuang sampah pada tempatnya,” tandasnya.
Sejauh ini, persoalan sampah di Kabupaten Cirebon masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Dari kondisi wilayah yang cukup luas ini, volume sampah yang dihasilkan setiap hari tidak bisa dianggap kecil.
Produksi sampah harian di daerah ini mencapai sekitar 1.200 ton. Angka tersebut sebanding dengan luas wilayah yang mencapai kurang lebih 1.067 kilometer persegi. Luas wilayah tersebut membuat penanganan sampah menjadi tantangan dari berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















