SUARA CIREBON – Sebanyak 438 jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Cirebon kembali diberangkatkan dari Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber menuju embarkasi Indramayu, Selasa, 5 Mei 2026.
Bersama empat petugas, ratusan calhaj tersebut tergabung ke dalam kloter 19 dalam penerbangan menuju Kota Suci Mekkah.
Bupati Cirebon H Imron, mengatakan, total calhaj Kabupaten Cirebon yang berangkat kali ini sebenarnya berjumlah 441 calhaj. Dari jumlah tersebut, sebanyak tiga calhaj menderita sakit sehingga keberangkatannya harus tertunda.
“Awal ada 441 orang, tetapi ada kabar yang tiga orang sakit. Sehingga kloter 19 yang berangkat sekarang hanya 438 bersama 4 petugas,” kata Imron, usai melepas keberangkatan ratusan calhaj tersebut di Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber.
Menurut Imron, ketiga calhaj yang tertunda keberangkatannya ini bisa berangkat dengan kloter selanjutnya ketika sudah sembuh.
“Jadi tetap bisa jalankan ibadah haji, nanti gabung dengan kloter lain,” jelasnya.
Imron mengingatkan kepada calhaj asal Kabupaten Cirebon untuk menjaga kesehatan selama di Tanah Suci Mekkah serta menjalankan rukun dan sunah-sunah haji. Ia menyebut, para calhaj ini merupakan orang-orang pilihan, mengingat lamanya waktu tunggu haji.
“Karena sekarang orang berangkat haji itu di Kabupaten Cirebon, sampai 26 tahun daftar tunggunya. Jadi yang sekarang berangkat haji itu manfaatkan dengan baik, agar menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.
Sebelum terbang ke Tanah Suci Mekkah, ratusan jemaah calon haji Kabupaten Cirebon akan berkumpul di embarkasi Indramayu. Pada hari yang sama sekitar pukul 16.40 WIB, mereka berangkat dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka menuju Tanah Suci Mekkah.
Salah satu calhaj asal Desa Mekarsari, Kecamatan Waled, Tarpan (81) mengaku tidak menyangka bisa berangkat menunaikan Rukun Islam ke-5 di saat usianya sudah lanjut. Pria yang telah memiliki 9 anak, 12 cucu, dan 2 cicit ini berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri yang juga sudah lansia, Aya (75).
Tarpan mengaku tidak mempersiapkan apa-apa untuk keberangkatannya ke Mekkah. Satu-satunya persiapan yang rutin dilakukan ialah menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga.
Namun, olahraga yang dilakukan Tarpan tidak seperti lazimnya olahraga yang membutuhkan waktu khusus. Olahraga yang dilakukan Tarpan adalah mencangkul di sawah setiap hari.
“Setiap hari ke sawah mencangkul, jadi olahraganya mencangkul, tetapi kesehatan tetap kami jaga, biar bisa menunaikan ibadah haji tanpa kendala apapun,” ujar Tarpan.
Untuk bisa mendaftar haji, Tarpan mengaku harus menjual tanah pada 2014 silam. Setelah berhasil mendaftar, sisa kekurangannya ia sisihkan dari hasil panen.
“Saya sudah niat untuk berhaji, makanya untuk daftar itu saya jual tanah,” terangnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















