SUARA CIREBON – Banjir di Cirebon. Banjir yang merendam permukiman dan fasilitas umum di Desa Pangenan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa-Rabu, 19-20 Mei 2026, berdampak pada terganggunya kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah-sekolah yang ada di desa tersebut.
Salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak cukup parah adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pangenan, yang seluruh ruangan dan halaman sekolahnya terendam banjir. Akibat kondisi tersebut, pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) siswa kelas 6 SDN 1 Pangenan terpaksa dialihkan ke lokasi lain, agar kegiatan akademik tetap berjalan.
Kini, saat banjir telah surut, ruangan dan halaman SDN 1 Pangenan dipenuhi lumpur tebal. Pihak sekolah bersama sejumlah unsur terkait melakukan kerja bakti besar-besaran membersihkan sisa material lumpur dan kotoran yang tertinggal setelah air surut.
Kepala SDN 1 Pangenan, Asrofi, menjelaskan kronologi terjadinya banjir di sekolahnya.
“Awalnya pada Selasa (19 Mei 2026) pagi air masuk sekitar 30 sentimeter. Tapi karena ada tambahan air kiriman dari Desa Beringin di siang harinya, air makin meninggi. Di dalam ruangan itu rata-rata mencapai 60 sentimeter, sedangkan di luar atau halaman bisa sampai satu meter lebih,” kata Asrofi, di sela kegiatan bersih-bersih lumpur, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi banjir yang makin meninggi otomatis membuat seluruh aktivitas KBM terhenti. Padahal, lanjut Asrofi, siswa kelas 6 saat itu sedang dalam masa pelaksanaan UAS, sementara siswa kelas 1 hingga kelas 5 belajar di rumah.
“Karena ruangan sekolah tidak memungkinkan untuk digunakan UAS, kami mengambil langkah cepat memindahkan lokasi ujian. Para siswa kelas 6 menempati ruangan Madrasah Diniyah (MD) yang lokasinya tidak jauh dari sekolah dan kondisinya aman dari banjir, termasuk hari ini,” katanya.
Asrofi menyebut, meski dampak kerusakan fasilitas bangunan sekolah terbilang kecil, namun kerugian besar justru terjadi pada buku-buku pelajaran dan alat tulis siswa yang terendam dan rusak total. Sementara, peralatan elektronik seperti komputer dan perangkat sistem pembelajaran lainnya dapat diselamatkan karena telah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi, sebelum air naik lebih tinggi.
“Kerusakan utamanya ada pada buku-buku dan perlengkapan siswa yang kena air. Kalau untuk komputer dan peralatan penting lainnya alhamdulillah sudah kami angkat dan pindahkan ke tempat aman lebih awal, jadi selamat semua,” tambahnya.
Mengenai bantuan penanganan pascabanjir, Asrofi menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang diberikan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan serta dukungan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Bantuan tersebut dinilai sangat membantu proses pemulihan sekolah. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan khusus yang diterima dari tingkat pemerintah yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, respons dari Kabupaten Cirebon, Dinas Pendidikan, dan PGRI sudah ada dan sangat membantu kami. Tapi untuk bantuan dari tingkatan yang lebih tinggi lagi, sejauh ini belum ada masuk ke kami,” ujarnya.
Kegiatan pembersihan dan pengangkatan lumpur dilakukan secara gotong royong. Sejumlah siswa mulai dari kelas III hingga kelas V turut serta membantu, begitu pula seluruh tenaga pendidik dan staf sekolah. Sebagian guru bertugas mengawasi jalannya ujian di Madrasah Diniyah, sementara yang lain fokus mengeruk lumpur dan membersihkan sisa sampah di sekolah.
Pihak sekolah juga mendapatkan dukungan penuh dari unsur keamanan dan pemerintah setempat. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk membantu penyedotan sisa air dan pembilasan ruangan, didukung pula oleh perangkat Kecamatan Pangenan dan Pemerintah Desa yang terjalin koordinasi baik dengan pihak sekolah.
Asrofi optimis proses pemulihan dapat tuntas dalam waktu dekat. Ia menargetkan, seluruh fasilitas sekolah sudah bersih, kering, dan layak digunakan kembali pada hari Senin mendatang.
“Insyaallah, hari ini kami kerjakan tuntas pembersihannya. Target kami hari Senin sudah siap semua, ruangan sudah bersih, kering, dan kegiatan belajar mengajar sudah bisa berjalan kembali di sekolah ini,” pungkas Asrofi.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















