SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah melakukan antisipasi dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembangunan infrastuktur di daerah ini. Langkah antisipasi tersebut bahkan dilakukan sejak awal melalui penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum proses lelang dimulai.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, dipastikan tidak berdampak terhadap proses lelang proyek.
Sutadi menjelaskan, seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga kini, mayoritas paket pekerjaan telah selesai ditenderkan. Pasalnya, potensi kenaikan harga material akibat fluktuasi ekonomi sudah diantisipasi sejak awal melalui penyesuaian RAB sebelum proses lelang dimulai.
Menurut Sutadi, Pemkab Cirebon sempat menunda pelaksanaan lelang selama sekitar lima hingga enam minggu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan RAB. Hal itu sebagai langkah antisipasi eskalasi harga material yang dipengaruhi situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah.
“Perbaikan RAB sudah dilakukan sebelum lelang berjalan, sehingga biaya overhead maupun potensi eskalasi harga sudah terakomodasi. Karena itu, proses tender tetap bisa dilaksanakan tanpa kendala,” ujar Sutadi, Senin, 8 Juni 2026.
Ia juga menyebut, kenaikan nilai dolar yang terjadi belakangan ini tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan proyek konstruksi daerah. Pasalnya, sebagian besar material yang digunakan berasal dari produk pabrikan dalam negeri, seperti beton siap pakai maupun aspal hotmix yang diproduksi oleh batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP).
“Risiko fluktuasi harga material sudah menjadi perhitungan pihak penyedia maupun pabrikan. Jadi bukan menjadi beban tambahan bagi kontraktor pelaksana yang mengikuti tender,” jelasnya.
Menurut Sutadi, mayoritas peserta lelang telah memperhitungkan berbagai kemungkinan perubahan harga pasar, termasuk pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar, saat menyusun penawaran.
Kondisi ekonomi yang terjadi saat ini tidak memengaruhi minat pelaku usaha untuk mengikuti tender proyek pemerintah. Jumlah peserta lelang tetap stabil dan tingkat persaingan masih tergolong kompetitif.
“Proses tender berjalan normal dan kompetitif. Para peserta lelang juga tetap stabil, tidak ada penurunan yang signifikan akibat isu kenaikan dolar,” paparnya.
Dari total 95 paket pekerjaan yang ditenderkan tahap kedua tahun ini, sebanyak 90 paket telah selesai diproses. Rinciannya, 86 paket berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), satu paket dari Dinas Pertanian, serta tiga paket dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Sementara lima paket lainnya masih berada dalam tahap masa sanggah dan pembuktian dokumen. Seluruh paket yang masih berproses tersebut merupakan pekerjaan di lingkungan Dinas PUTR.
“Proses tender berjalan sesuai harapan dan tidak ada kendala berarti. Tinggal lima paket yang masih dalam tahap sanggah dan pembuktian,” ungkapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















