SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggelar rapat koordinasi lintas sektor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, Senin-Rabu, 8-10 Juni 2026.
Kegiatan itu diikuti 205 peserta yang terdiri dari 40 camat, 60 kepala puskesmas, 31 kapolsek, 21 danramil, 17 perangkat daerah, 14 rumah sakit, enam media elektronik, serta tim Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.
Pertemuan tersebut guna memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dengan kewaspadaan dini, mempercepat respons terhadap potensi wabah, serta menjaga derajat kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, mengatakan tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks karena tidak hanya menghadapi ancaman penyakit menular, tetapi juga peningkatan penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Menurut Hendra, upaya pengendalian penyakit tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, karena berkaitan dengan perilaku masyarakat, kondisi lingkungan, mobilitas penduduk, hingga kesiapan logistik di lapangan.
Hendra menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Cirebon.
“Seluruh pihak harus mampu memperkuat deteksi dini, meningkatkan sinergi, dan merespons cepat setiap potensi wabah agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” ujar Hendra Nirmala.
Menurut Hendra, rapat koordinasi menjadi forum untuk menyelaraskan program kerja, mengevaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.
Pihaknya menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, yakni penguatan deteksi dini dan pencegahan, peningkatan sinergi lintas sektor, serta percepatan respons terhadap setiap laporan potensi wabah.
Hendra meminta fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, bersama kader kesehatan untuk terus mengoptimalkan skrining dan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.
Ia juga mendorong seluruh instansi terkait agar memperkuat kolaborasi dalam pemetaan wilayah rawan penyakit, pemenuhan kebutuhan logistik medis, serta edukasi mengenai kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menjelaskan, keberhasilan program pencegahan dan pengendalian penyakit membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan lintas sektor.
Menurut Eni, pertemuan lintas sektor ini bertujuan membangun sinergi antarlembaga, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki masing-masing sektor, menginventarisasi inovasi dan praktik baik, serta menyelaraskan kebijakan dan strategi dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit.
Dinas Kesehatan mengajak para Camat, Kepala Puskesmas, serta unsur TNI dan Polri untuk terus memperkuat koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pencegahan serta pengendalian penyakit.
Rapat koordinasi lintas sektor tersebut berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8 sampai 10 Juni 2026.
“Kami berharap pertemuan koordinasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk merumuskan rencana aksi yang konkret, implementatif, dan akuntabel demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit,” kata Eni.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















