SUARA CIREBON – Seorang perempuan berinisial E (54), warga Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya, Rabu, 10 Juni 2026 sore.
Ia diduga menjadi korban aksi perampokan. Pasalnya, saat ditemukan sejumlah perhiasan berharga milik korban raib.
Penemuan korban berawal dari kecurigaan tetangga yang melihat korban tidak keluar rumah sejak pagi. Sejumlah tetangga pun mencoba memanggil korban dari luar rumah tidak mendapatkan respons.
Setelah dipanggil beberapa kali tidak muncul, tetangga pun mulai curiga. Mereka lalu berinisiatif memeriksa rumah untuk memastikan keadaan korban yang tak kunjung muncul datau memebri jawaban saat dipanggil.
Saat berhasil masuk, warga menemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa di kamarnya. Warga menemukan sejumlah kejanggalan di rumah korban. Salah satunya adalah kondisi jendela yang diduga telah dicongkel oleh orang tak dikenal.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut, korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka terbuka di bagian wajah dan kepala belakang. Luka-luka tersebut diduga akibat hantaman benda tumpul serta sabetan senjata tajam.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar, warga sekitar pun langsung berdatangan ke rumah korban.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan dari masyarakat langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Pihak Satreskrim Polresta Cirebon langsung melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti awal.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Begitu menerima laporan, pihaknya segera menerjunkan tim untuk menyisir area dalam dan lingkungan sekitar rumah korban.
“Kami menerima laporan langsung dari masyarakat dan segera melakukan olah TKP. Petugas di lapangan telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan erat dengan tewasnya korban,” ujar Kompol I Putu Ika Prabawa.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi demi mengungkap tabir kematian korban, salah satu saksi yang diperiksa adalah adik kandung korban, yang merupakan orang pertama yang mendapati kakaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan memastikan penyebab pasti kematian, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu untuk menjalani proses autopsi.
Sementara, guna kepentingan penyelidikan, rumah korban pun dipasangi garis polisi.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan memburu pelaku yang tega menghabisi nyawa korban.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















