SUARA CIREBON – DPRD Kota Cirebon menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-599 Kota Cirebon pada Selasa, 16 Juni 2026.
Rapat ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, yang hadir menggantikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andri Sulistio, yang berhalangan hadir karena sedang berduka atas wafatnya sang kakak.
Selain itu, pada momen tersebut, hadir Sekda Jawa Barat Herman Suryatman yang mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati dan seluruh kepala dinas, BUMD, Forkopimda dan anggota DPRD Jawa Barat Daerah Pemilihan Cirebon.
Dalam sambutannya, Harry Saputra Gani menyampaikan bahwa peringatan hari jadi yang jatuh pada tanggal 16 Juni 2026 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah merupakan momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, momen ini juga menjadi wujud terima kasih kepada para leluhur dan pendiri yang telah berjasa membangun Kota Cirebon hingga menjadi seperti sekarang.
“Hari Jadi Cirebon ke-599 tahun ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menciptakan pembangunan yang menyelaraskan kebersamaan dan gotong royong,” ujar Harry.
Dalam sidang paripurna tersebut, Harry turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas raihan prestasi yang membanggakan, di antaranya, Opini WTP ke-10. Pemerintah Kota Cirebon sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penghargaan ini diraih selama 10 tahun berturut-turut.
Penghargaan Pengendalian Inflasi: Kota Cirebon berhasil menyabet penghargaan Terbaik Pertama dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Performa SAKIP Tahun 2026 Regional Jawa dan Bali untuk kategori pengendalian inflasi.
Peringatan Hari Jadi ke-599 ini mengusung tema Manunggal Winangun Caruban. Harry menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna mendalam tentang pentingnya persatuan antara pemerintah dan masyarakat.
“Tema ini mengandung makna bahwa pemerintah dan rakyat harus bersatu, saling mendukung, dan saling berjalan bersama dalam membangun Kota Cirebon menuju kota yang maju, harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa semangat manunggal ini mencerminkan filosofi mendalam masyarakat Cirebon yang sejak dahulu hidup dalam keberagaman budaya mulai dari budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, hingga pesisir yang kemudian berpadu menjadi identitas khas Kota Cirebon.
Di akhir hantaran pembukanya, Harry mengajak seluruh jajaran aparatur pemerintah, lembaga, serta elemen masyarakat untuk terus meningkatkan koordinasi, sinergisitas, serta bersama-sama memelihara dan menjaga Kota Cirebon dalam pelaksanaan pembangunan ke depan.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, menyampaikan, bahwa dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Cirebon terus belajar untuk memimpin dengan cara-cara yang luar biasa demi kemajuan daerah.
“Komitmen tersebut dibuktikan dengan pencapaian sejumlah parameter kinerja yang terukur dan rasional sepanjang tahun 2026,”kata Edo.
Pada momen tersebut, Edo memamerkan empat prestasi dan penghargaan strategis yang berhasil diraih oleh Pemkot Cirebon dikepemimpinan Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati.
Prestasi dan penghargaan yang pertama diraih, Kota Cirebon meraih penghargaan Terbaik Pertama dalam kategori Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa dan Bali dari Kementerian Dalam Negeri
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam mengamankan rantai pasok pangan, menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global,”katanya.
Kemudian, prestasi dan penghargaan yang kedua diraih, yakni, Pemerintah Kota Cirebon kembali menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Raihan ini menjadi pencapaian ke-10 kalinya secara berturut-turut, yang menegaskan kedisiplinan pelaporan, transparansi pengelolaan aset, dan akuntabilitas kebijakan publik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya, Edo, menyampaikan Kota Cirebon dianugerahi penghargaan atas capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna di atas 100% dari BKKBN Provinsi Jawa Barat. Dengan basis data kependudukan yang presisi dan akurat ini, intervensi sosial ke depan seperti pengentasan kemiskinan, penataan ruang, hingga pelayanan kesehatan diharapkan dapat semakin tepat sasaran.
“Prestasi dan penghargaan yang keempat, Kota Cirebon mendapatkan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Prestasi dan penghargaan ini, sebagai wujud perlindungan mutlak terhadap hak dasar kesehatan warga, Pemerintah Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan Republik Indonesia,”katanya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















