SUARA CIREBON – Proses pembangunan Jaringan Gas Bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Cirebon pada tahap pertama memasuki tahap penandaan ke rumah-rumah warga sasaran pemasangan.
Program jargas di Kabupaten Cirebon ini menjadi yang terbanyak di Pulau Jawa dengan total target pemasangan baru sekitar 158.100, yang dilakukan secara bertahap dari tahun 2026 sampai 2029 di 12 kecamatan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, mengatakan, target pemasangan jargas tersebut terbagi dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, dari mulai pemasangan hingga bisa jargas menyala dan bisa digunakan warga ditargetkan selama 6 bulan di tahun 2026 ini.
Menurut Nanan, tahap pertama akan dimulai di empat kecamatan yakni Palimanan, Depok, Gempol dan Kecamatan Dukupuntang. Sasaran program tersebut yakni sekitar 41.035 sambungan rumah (SR). Jumlah sasaran tersebut bertambah dari sebelumnya yang hanya sebanyak 41.000 SR setelah ada koreksi.
“Tujuan program jargas ini untuk memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Nanan, Rabu, 24 Juni 2026.
Nanan menjelaskan, pada tahap pertama ini progresnya baru pada tahap penandaan ke rumah-rumah warga yang akan dilakukan pemasangan jargas. Sementara untuk pembangunan jaringan pipanya sendiri, akan dimulai pekan depan.
“Kemarin baru pemantauan untuk saluran pipa. Mulai pemantauan di jalan, baik pertigaan dan perempatan sudah dilakukan,” kata Nanan.
Program Jargas dari Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Dukungan tersebut pun mendapat tanggapan positif dari Ditjen Migas.
“Jadi akhirnya, alhamdulillah (jargas, red) di Kabupaten Cirebon itu terbanyak se- Pulau Jawa,” paparnya.
Sementara untuk tahap kedua nanti, pemasangan jargas akan menyasar desa-desa di delapan kecamatan. Delapan kecamatan itu yakni, Kecamatan Tengahtani, Plered, Sumber, Weru,Talun, Plumbon, Klangenan dan Kecamatan Jamblang.
“Jadi kalau ditotal, ada 12 kecamatan yang masuk program jargas ini. Sementara ini baru wilayah tengah dan barat, mudah-mudahan ke depan semua kecamatan bisa masuk program jargas,” harapnya.
Nanan memastikan, program jargas ini tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat. Pemerintah menggratiskan semua proses instalasi pipa hingga ke rumah-rumah warga.
“Pemasangan pipa ke rumah itu gratis, plus dapat kompor dua tungku,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Cirebon H. Imron membenarkan adanya audiensi dengan Dirjen Migas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Senin, 1 Juni 2026 lalu.
Bupati Imron menyatakan kesiapan Pemkab Cirebon mendukung program pembangunan jargas dan membantu proses koordinasi di lapangan, termasuk pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat serta fasilitasi kebutuhan administrasi dan teknis selama tahapan konstruksi berlangsung.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan proyek ini,” kata Imron.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















