SUARA CIREBON – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon, Yuki Eka Bastian menyatakan, permasalahan komentar bernada body shaming yang menyeret Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, telah selesai.
Yuki mengatakan, Nana Kencanawati telah menemui korban dan sudah membuat kesepakatan untuk menyelesaikan permasalah yang terjadi.
“Kita sudah memanggil admin yang memegang akun media sosial atas nama Ibu Wakil Ketua. Dan kita juga minta Bu Nana untuk bertemu langsung dengan Ibu Nok (Yati) yang dianggap sebagai korban,” ujar Yuki, Rabu, 1 Juli 2026.
Yuki mengatakan, Nana Kencanawati menemui langsung Ibu Nok di rumahnya yang berada di wilayah Cirebon Timur, pada pekan lalu.
“Sudah ada pertemuan kalau gak salah pekan silam. Pertemuan dilakukan di rumah Ibu Yati, dan Ibu Yati pun sudah menerima, sudah ada islah (damai),” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, tulisan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, di akun media sosial, saat mengomentari seorang peserta aksi demonstrasi penentang program MBG, mendapat kecaman dari sejumlah pihak.
Pasalnya, alih-alih menangkis isi orasi dengan sejumlah argumentasi tentang manfaat MBG, Nana justru menulis komentar yang dinilai menghina fisik terhadap sosok Mak Denok.
Pada kolom komentar unggahan video tersebut, Nana menulis kalimat yang dinilai merendahkan.
“Lagian siapa yang mau ngasih lo makan????, Udah G****T!!!” tulis Nana, seperti dikutip Suara Cirebon dari tangkapan layar yang beredar di media sosial, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam hitungan jam, kata-kata G****T!!! yang ditulis Nana langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial. Ratusan netizen membanjiri kolom komentar dengan kritik dan kecaman terhadap sikap Nana.
Terkait hal tersebut, putra Nana Kencanawati, M Rizki Ramanda. Ramanda menegaskan, kegaduhan di media sosial terkait komentar akun Instagram Nana bukanlah sikap resmi sang ibu, melainkan keteledoran admin.
“Kami perlu klarifikasi dan meminta maaf atas kegaduhan dan keteledoran dari admin medsos Ibu Nana,” ujar Ramanda, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, admin yang mengelola akun tersebut lupa mengganti akun pribadi saat menanggapi unggahan orang lain. Akibatnya, komentar yang seharusnya tidak keluar dari akun resmi Nana justru menimbulkan salah tafsir di publik.
Pihak keluarga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
“Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Cirebon dan publik luas atas keteledoran ini. Kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati ke depan agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang mencederai kepercayaan publik,” tegas Ramanda.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















