SUARA CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon tengah mempersiapkan langkah untuk memperluas edukasi dan literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Wilayah III Cirebon.
Upaya tersebut, merupakan respons terhadap fenomena pemanfaatan layanan keuangan digital serta pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak di kalangan pegawai pemerintahan.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan, edukasi keuangan sebelumnya telah dilaksanakan, namun cakupannya masih perlu ditingkatkan agar menjangkau seluruh ASN yang jumlahnya mencapai lebih dari 7.000 orang.
”Target edukasi literasi keuangan di tahun 2025 itu momentumnya adalah pas Hari Jadi Kota Cirebon. [Kala itu diikuti] 1.000 orang dari seluruh perwakilan dari dinas. Cuma memang belum menyentuh keseluruhan ASN yang mana infonya jumlahnya 7.000 lebih,” ujar Agus Muntholib saat ditemui di Kantornya, Selasa, 7 Juli 2026.
Guna merespons kebutuhan edukasi dalam skala besar, OJK Cirebon merencanakan berkoordinasi intensif dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon. Mengingat tantangan logistik untuk mengumpulkan ribuan ASN secara bersamaan, OJK akan memanfaatkan teknologi digital serta metode pembagian kelompok.
”Tahun lalu baru [menjangkau skala] 1.000, mau kita scale up jumlah kapasitas menjadi berapa. Kita akan menggunakan aplikasi digital Zoom Meeting, virtual Zoom Meeting, atau nanti dibuat semacam termin, berapa orang berapa orang,” ujar Agus.
Di tengah maraknya fenomena ASN yang memanfaatkan fasilitas pinjaman, OJK menggarisbawahi bahwa pinjaman untuk kebutuhan konsumtif jangka panjang seperti kepemilikan rumah (KPR) pada dasarnya tidak menjadi masalah sepanjang terukur. Namun, yang menjadi perhatian serius adalah keterlibatan dalam pinjaman online (pinjol) ilegal.
Agus mengingatkan bahwa lembaga pinjaman yang berizin resmi di bawah OJK memiliki rambu-rambu ketat serta aspek perlindungan konsumen yang jelas. Selain itu, beliau menekankan bahwa edukasi ini ditujukan untuk perlindungan, bukan sebagai ruang pelepasan tanggung jawab bagi debitur yang enggan menyelesaikan kewajibannya.
”Bukan bermaksud untuk melindungi para nasabah yang memang tidak mau membayar, karena itu kan merugikan si lembaga jasa keuangan. Kalau komitmennya dulu berutang, ya harus membayar,” tegasnya.
Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi, OJK Cirebon mengimbau masyarakat, khususnya ASN, untuk lebih cermat dalam membedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan konsumtif demi menghindari perilaku hidup berlebihan (gaya hidup konsumtif). Agus mencontohkan bagaimana pengeluaran harian seperti makan dapat ditekan jika dikelola berdasarkan kebutuhan, bukan gengsi.
Selain manajemen pengeluaran, budaya menabung untuk jangka panjang juga menjadi poin krusial yang perlu dihidupkan kembali, baik untuk keperluan pendidikan anak, ibadah, maupun jaminan masa depan.
”Budaya menabung dalam konteks jangka panjang untuk kebutuhan yang lain, misalnya mau sekolah lagi, menyekolahkan anaknya, atau umrah misalnya. Budaya menabung itu yang sekarang cenderung berkurang. Dari konteks enggak punya uang, sepanjang dia punya penghasilan dan dia bisa memitigasi atau membedakan mana kebutuhan dan keinginan, seharusnya ada yang disisakan untuk ditabung terlebih dahulu,” pungkas Agus Muntholib.
Diberitakan sebelumnya, masalah kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon tengah menjadi sorotan serius.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, mengungkapkan adanya tren peningkatan jumlah ASN yang mangkir kerja tanpa keterangan lebih dari 10 hari, dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan hasil evaluasi BKPSDM, akar utama dari banyaknya ASN yang bolos kerja adalah masalah pengelolaan keuangan. Banyak pegawai yang memiliki potongan pinjaman terlalu besar, sehingga sisa gaji yang dibawa pulang tidak lagi cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat mereka malas berkantor, bahkan sengaja menghindari lingkungan kerja.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















