SUARA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya melakukan pengendalian banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik. Salah satu upaya dilakukan melalui pembangunan dinding penahan tanah (senderan) Sungai Suba, di RW 09 Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, pembangunan senderan Sungai Suba sebagai upaya mengurangi risiko luapan air yang selama ini kerap menggenangi permukiman warga saat hujan deras. Senderan Sungai Suba tersebut, dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.
”Senderan Sungai Suba ini dibangun oleh BBWS memiliki panjang sekitar 90 meter dengan tinggi antara 1,8 hingga 2 meter. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi untuk meminimalisir banjir yang selama ini masuk ke kawasan permukiman warga,” ujar Wali Kota Edo, saat meninjau progress pembangunan senderan Sungai Suba, Rabu, 8 Juli 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.
Tak hanya di RW 09, proyek pengendali banjir rupanya juga telah diselesaikan di RT 01 RW 01 Kelurahan Drajat. Di lokasi terpisah tersebut, pemerintah melengkapi infrastruktur dengan pintu air serta perbaikan sistem drainase.
”Di RW 01 pembangunan senderan sudah selesai. Selain itu juga telah dibuat pintu air dan dilakukan perbaikan saluran air sehingga sistem pengendalian banjir menjadi lebih baik,” imbuh Edo.
Edo menegaskan, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik oleh pemerintah, melainkan juga pada kepedulian masyarakat dalam merawat fasilitas publik tersebut.
”Saya berpesan kepada masyarakat agar senderan yang sudah dibangun ini dijaga dan dipelihara bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Drajat, Daniar, mengungkapkan, sedikitnya terdapat 160 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di wilayahnya. Kondisi terparah sempat terjadi pada Februari 2026 lalu, di mana banjir merendam permukiman warga hingga setinggi dada orang dewasa.
Sebagai langkah keberlanjutan, pihak kelurahan berencana kembali mengajukan pembangunan senderan serupa untuk kawasan RT 02 yang juga dinilai masih rawan terdampak luapan air kiriman dari wilayah hulu.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

















