SUARA CIREBON – Pencurian di Cirebon. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dibobol pencuri, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Aksi pencurian pertama kali diketahui petugas kebersihan KUA Kesambi, Ahmad Romadhon (37), saat hendak menjalankan tugasnya.
“Saat saya datang mendapati akses pintu samping kantor telah dibuka paksa. Saya langsung bergegas masuk ke ruangan yang terbuka itu, kemudian memeriksa setiap ruangan,” kata Ahmad Romadhon.
Rasa terkejutnya memuncak ketika memeriksa ruang kerja pimpinannya.
“Laci tempat menyimpan buku nikah terbuka dan blangko buku nikah sudah kosong,” katanya.
Usai memastikan kondisi kantornya dibobol maling, Romadhon pun segera melapor kepada atasnya.
Kepala KUA Kecamatan Kesambi, Mag’pur mengatakan, usai dilakukan pengecekan, diketahui sebanyak 177 blangko buku nikah yang disimpan di ruangannya hilang. Menurut Mag’pur, 177 blangko buku nikah itu belum memiliki nomor registrasi
“Meski dokumen yang digondol pencuri masih berupa lembaran kosong dan belum memiliki nomor registrasi resmi, namun kami mengkhawatirkan modus penyalahgunaan buku nikah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Mag’pur.
Menurut Mag’pur risiko penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sangat besar.
“Cukup aneh juga karena yang disasar buku nikah. Risiko adanya penyalahgunaan blangko buku nikah cukup besar,” tendasnya.
Sementara itu, tim Identifikasi Polres Cirebon Kota bergerak cepat menyisir lokasi kejadian. Petugas langsung menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan jejak sidik jari, dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengidentifikasi sosok di balik aksi nekat ini.
Pihak kepolisian menengarai, tidak menutup kemungkinan aksi pencurian spesifik (buku nikah) ini didalangi oleh jaringan sindikat yang sengaja mengincar dokumen negara legal, demi memuluskan praktik pemalsuan identitas atau pernikahan ilegal.
Hingga saat ini, penyidik Kepolisian Resor Cirebon Kota masih terus melakukan pendalaman intensif guna membongkar motif utama pelaku serta memburu keberadaan ratusan dokumen resmi yang hilang tersebut sebelum disalahgunakan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















