SUARA CIREBON – Kebakaran Pasar Tegalgubug Cirebon. Puluhan los (lapak) Pasar Sandang Tegalgubug di Jalan Bypass Cirebon -Jakarta di Desa Tegalgubug Blok III, RT 02, RW 05, Kecamatan Arjawinangun diamuk si jago merah, Selasa, 28 Juli 2026 siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB tersebut, diketahui pertama kali oleh sekuriti pasar. Saat itu, sekuriti Pasar Sandang Tegalgubug melihat api di salah satu titik dan langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya bersama warga setempat. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil, api justru semakin bertambah besar
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, mengatakan, Damkar Sektor Arjawinangun langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan kebakaran dari anggota Polsek Arjawinangun.
Namun saat Damkar Sektor Arjawinangun tiba di lokasi, kobaran api terlihat semakin besar dan menjalar ke beberapa los jualan lainnya. Pihaknya pun langsung menerjunkan Damkar Sektor Palimanan, Weru dan Sektor Sumber guna memastikan api dapat dikendalikan dan ketersediaan air mencukupi.
“Api diduga dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik yang berada los Blok G bagian depan sebelah barat, kemudian menjalar ke arah timur,” kata Eno.
Eno menjelaskan, korsleting listrik saat kebakaran tersebut menimbulkan percikan api di salah satu lapak yang berada di Blok H. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 45 los di Blok G dan 1 los di Blok H, hangus terbakar. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas berjualan, dan kondisi lapak tidak terlihat adanya barang yang hendak dijual.
“Tapi saat melakukan pemadaman terjadi kecelakaan kerja yang menimpa Komandan Damkar Sektor Arjawinangun yang bernama Cuhandi, telapak kaki kirinya tertusuk paku. Api akhirnya dapat dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan,” terangnya.
Eno menyebut, luas bangunan yang terselamatkan sekitar 109.448 m² dari total luas keseluruhan sekitar 110.000 m².
“Proses pemadaman terkendala akses yang sempit serta lalu lalang warga. Untuk nilai kerugian belum dapat diketahui,” sambungnya.
Sebelumnya, pada Selasa dinihari sekira pukul 02.15 WIB, peristiwa kebakaran juga menimpa rumah warga di Dusun Manis RT 001, RW 004, Desa Beber, Kecamatan Beber.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang penjaga kandang kambing harus dilarikan ke Puskesmas terdekat akibat tertimpa kayu balok plafon saat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Posisi kandang kambing tersebut berada tepat di belakang rumah yang terbakar.
Menurut Eno, penyebab kebakaran rumah tersebut diduga dari arus pendek listrik yang di sebabkan fitting lampu atap rumah di bagian tengah. Kemudian, api menjalar ke bagian plafon sehingga dengan cepat menjalar keruangan lainnya.
“Nah, posisi kandang kambing itu berada di bagian belakang rumah,” kata Eno.
Pada saat kejadian, penjaga kandang kambing sedang tertidur. Lalu penjaga terbangun karena merasakan suhu panas. Mengetahui ada kobaran api, penjaga kandang kambing berusaha mengeluarkan kambing lewat pintu belakang.
Setelah berhasil mengeluarkan seluruh kambing dari kandang, sang penjaga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun nahas, bagian pundak penjaga tertimpa oleh balok kayu dari atas plafon dan langsung dilarikan ke IGD Puskesmas Beber untuk mendapatkan perawatan medis.
“Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan. Kerugiannya sekitar Rp 80 juta, tapi 17 kambing berhasil diselamatkan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















