SUARA CIREBON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon menyiapkan normalisasi di 44 titik saluran irigasi, saluran pembuang, dan sungai pada 2026. Penanganan tersebut dilakukan melalui dua skema, yakni swakelola menggunakan alat berat dan pekerjaan kontraktual.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Kabupaten Cirebon Bambang Afrianto mengatakan, kedua skema tersebut disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan penanganan di lapangan.
“Program ini untuk menjaga fungsi jaringan sumber daya air, baik untuk pengendalian banjir maupun mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat,” ujar Bambang, Rabu, 30 September 2026.
Melalui skema swakelola alat berat, DPUTR menargetkan pengerukan dan pembersihan di 17 titik saluran pembuang dan irigasi desa.
Sejumlah lokasi yang masuk dalam penanganan tersebut antara lain Pembuang Lebak Betem Desa Cibogo, Pembuang Jonggol Desa Jagapura Lor, Pembuang Jamblang Kanan Desa Depok, Pembuang Ciberu di wilayah Bojongnegara dan Babakan Losari, serta Pembuang Surakarta di Desa Surakarta.
Penanganan juga mencakup sejumlah saluran irigasi, di antaranya Kapilumbu, Cigambreng, Sirenggot, Jagadalu, Ampera, Ciwado, Cangkuang, Lobunta, Cogreg, Sikaping, dan Karangjati.
Sementara itu, untuk pekerjaan dengan skala lebih besar, DPUTR menyiapkan kegiatan kontraktual normalisasi di 27 lokasi sungai dan saluran pembuang yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Beberapa di antaranya yakni Sungai Asem Jajar dan Kali Keraton di Kecamatan Suranenggala, Saluran Pembuang Terwu Udik dan Sungai Tumaritis di Kecamatan Kapetakan, serta Sungai Ciberes di Kecamatan Babakan.
Lokasi lainnya meliputi Kali Singaraja, Kali Ciwado, Anak Kali Kemis, Saluran Pembuang Cigombang Banjarwangunan, Asem Doyong, Sikura, Anak Sigabus, Cangkring, hingga Banjir Kanal Cideng Cikuprit.
Menurut Bambang, sebagian besar lokasi yang menjadi sasaran normalisasi mengalami sedimentasi, penyempitan alur, dan penurunan kapasitas tampung air.
Penanganan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air, menjaga fungsi jaringan irigasi, serta mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman dan lahan pertanian.
“Kami berharap aliran air lebih lancar dan fungsi infrastruktur sumber daya air dapat kembali maksimal,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















