by

Lagi, BKSDA Evakuasi Bayi Kukang Jawa

SUMBER, SC- Seekor Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) kembali berhasil diselamatkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon. Setelah diserahkan oleh warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Senin (16/12), BKSDA langsung melakukan perawatan secara intensif di kantor‎ BKSDA Jawa Barat Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon‎, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kepala ‎BKSDA Jawa Barat Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon, Slamet Priambudi, menyampaikan, kukang Jawa yang diselamatkan itu ditemukan dikebun salah satu warga dalam kondisi tergeletak lemah dan tidak bergerak.

“Kukang Jawa diserahkan oleh Meliyana Pancarani, warga desa padabeunghar, kecamatan pasawahan, kabupaten kuningan, kemarin (senin, 16/12). Dari keterangan warga, ‎kukang jawa ditemukan di kebun salah seorang warga tengah tergeletak dalam kondisi lemah tidak bergerak,” kata Slamet, Selasa (17/12).

Menurut Rahmat, kukang yang diketahui berjenis kelamin betina itu, saat ini tengah mendapatkan perawatan langsung dari Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI)‎. Usianya diperkirakan kurang dari satu bulan dan terpisah dari induknya.

Kukang tersebut, kata Rahmat, harus mendapatkan perawatan intensif dan diperlakukan beda karena masih berusia bayi dan belum mampu bergelantungan atau mencari makan sendiri. “Kami akan lakukan rehabilitasi supaya sehat,” terangnya.

Rahmat menambahkan, bayi kukang hawa itu nantinya akan dilepasliarkan ke beberapa tempat pilihan yang merupakan habitatnya, yakni Gunung Sawal (Kabupaten Ciamis), Gunung Ciremai (Kabupaten Kuningan), dan Gunung Masigit Kareumbi (Kabupaten Sumedang).

Sementara itu, praktisi Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), drh Indri Saptorini menjelaskan‎, dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka kecil di bagian punggung.‎ Kemungkinan besar, kata Indri, kukang terlepas dari induknya kemudian terjatuh. Menurut Indri, bayi kukang jawa yang berusia kurang dari dua bulan itu, saat ini dalam kondisi sudah mau menerima asupan makanan dan minuman yang diberikan oleh perawat.

Pihaknya akan merawat bayi kukang tersebut dengan baik hingga mampu bergelantungan dan mencari makan sendiri. “Kami akan rawat dengan baik, karena bayi kukang itu biasanya bergelantungan di induknya enam bulan,” paparnya. Pantauan Suara Cirebon, bayi kukang jawa yang berukuran sekira 10 sentimeter itu terlihat lemas. Untuk bisa makan dan minum, ‎harus disuapi oleh para perawat atau dokter dari YIARI. (Islah)

Comment