by

Bayi yang Ditemukan di Bawah Pohon Pisang dan Dirawat di Puskesmas Bunder Cirebon, Banyak yang Ingin Mengadopsi

KABUPATEN CIREBON, SC- Sosok bayi baru lahir ditemukan warga dibawah pohon pisang di Dusun Wanakajir, Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Kamis pagi (28/52020) sekira pukul 07.40 WIB. Temuan bayi berjenis kelamin perempuan itu sontak membuat geger warga setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun Suara Cirebon, menyebutkan, sosok bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup. Bayi mungil itu diketahui pertama kali oleh masyarakat setempat, M yang sedang mencari jantung pisang di lahan kosong. Saat itu, M mendengar suara tangisan bayi dan langsung mencari sumber suara tangisan tersebut.

Sesampainya di sumber suara tangisan, M terkejut ketika melihat sesosok bayi dibawah pohon pisang dalam kondisi masih hidup dengan janin yang masih utuh. Kemudian M langsung memberitahukannya kepada masyarakat dan aparat desa setempat. Mendapat laporan temuan bayi tersebut, aparat desa setempat langsung menuju lokasi dan melaporkannya ke Polsek setempat.

BACA JUGA: Dua Pedagang Positif Covid-19, Pasar Sumber Ditutup Sementara

Kasat Reskrim Polresta Cirebon AKP Anton membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Laporan temuan bayi itu diterima dari Unit Reskrim Polsek Susukan. Menurutnya, bayi yang ditemukan oleh masyarakat setempat itu langsung dibawa ke rumah Bidan desa terdekat.

“Keterangan dari bidan Eli, bayi tersebut dalam kondisi normal dan sehat. Berat badan 3 kg dan panjang 47 cm,” kata Kasat Reskrim. Kemudian bayi dibawa ke Puskesmas Poned Bunder untuk dilakukan perawatan. Kasus tersebut, kata Anton, kini masih didalami oleh unit reskrim Polsek Susukan.

Sementara, salah satu perawat Puskesmas Bunder yang tidak mau disebut namanya, menyampaikan, pihaknya menerima bayi tersebut sekira pukul 10.00 WIB, dalam kondisi sehat dan normal. Kabar keberadaan bayi dirawat di Puskesmas Bunder, membuat puluhan orang berdatangan dengan maksud mengadopsi bayi tersebut. “Mereka berdatangan kesini melihat bayi dan ingin mengadopsi,” ujarnya.

BACA JUGA: Anak Berstatus PDP di Majalengka Meninggal Karena Keracunan Makanan

Namun, kendati banyak warga yang datang untuk mengadopsi, pihak Puskesmas tidak mau menyerahkan bayi tersebut. Menurutnya, pihak Puskesmas khawatir akan ada pihak keluarga atau orang tua bayi datang dan ingin merawatnya. “Jadi kita rawat dulu di puskesmas,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Kapolsek Susukan AKP Sumarjono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan petunjuk atau identitas orang yang dicurigai membuang bayi tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya masih fokus pada penemuan dan keselamatan bayi terlebih dahulu. Namun, Sumarjono mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, yakni aparat desa setempat dan saksi yang menemukan Bayi tersebut, Muhamad Rodli (40).

“Kalau melihat ari-ari (bayi) itu, kita menduga persalinan belum lama, kemungkinan dini hari,” kata Kapolsek. Dia menjelaskan, proses persalinannya juga diduga dilakukan sendiri. Hal itu terlihat dari adanya memar di paha dan pelipis bayi. Dari keterangan saksi, penemuan bayi tersebut bermula ketika Muhamad Rodli mencari jantung pisang di pekarangan kosong. Saksi menemukan bayi dibawah pohon pisang yang berada didalam kardus.

BACA JUGA: Kabupaten Cirebon Akan Masuki New Normal

“Saat ditemukan, bayi masih hidup. Kemudian langsung dibawa ke bidan Eli yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian,” papar Kapolsek. Setelah dirawat dan dipastikan sehat, pihaknya kemudian membawa bayi tersebut ke Puskesmas Bunder. “Kita ingin pastikan biar bayi sehat dulu. Sekarang bayi dirawat di puskesmas bunder,” ungkapnya. (Islah)

Comment