by

Vaksinasi Covid-19 Ciptakan Kekebalan Massal, Bupati Cirebon sebut Vaksinasi Sasar 70 persen Jumlah Penduduk

KABUPATEN CIREBON, SC- Sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon mengikuti vaksinasi Covid-19 perdana yang digelar di halaman Puskesmas Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (1/2/2021).

Penyuntikan vaksin Covid-19 kepada pejabat Forkopimda menandai dimulainya vaksinasi serentak di Kabupaten Cirebon, yang pencanangannya dilakukan langsung Bupati Cirebon, H Imron MAg.

“Vaksinasi ini merupakan upaya negara dalam melindungi masyarakatnya. Melalui vaksinasi ini kita berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari negeri kita tercinta,” kata Imron, saat menyampaikan sambutan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

Imron menegaskan, kandungan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Cina tersebut, aman dan halal. Karenanya ia meminta masyarakat Kabupaten Cirebon tidak ragu untuk divaksin agar tercipta kekebalan kelompok atau kekebalan massal (herd immunity) dari wabah Covid-19.

“Sasaran vaksinasi di setiap wilayah itu minimal 70 persen dari seluruh total penduduk. Artinya, dengan semakin banyak warga yang divaksin maka peluang terciptanya kekebalan kelompok atau kekebalan komunitas makin besar. Jangan ragu terhadap vaksin ini,” katanya.

Ia berharap, masyarakat yang belum divaksin untuk bersabar dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokses). Pasalnya, kepatuhan masyarakat dalam mematuhi prokes sangat berpengaruh dalam keberhasilan menekan angka penyebaran Covid-19.

“Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni SKM, MKes, mengatakan prioritas sasaran pertama vaksinasi adalah tenaga kesehatan. Menurut Enny, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang mendapat vaksinasi gelombang pertama ini sebanyak 7.203 orang. Namun, dari jumlah tersebut akan ada proses screening untuk memastikan nakes yang tidak bisa divaksinasi.

Pasalnya, kata Enny, diketahui ada nakes yang sudah pernah positif Covid-19 dan ada nakes yang memiliki comorbid (penyakit penyerta). Sehingga, nakes-nakes tersebut dipastikan tidak bisa bisa divaksinasi.

“Jadi jumlah Nakes yang sudah divaksin akan diketahui satu minggu setelah vaksinasi sejak hari ini (kemarin, red),” kata Enny.

Selain nakes, Enny menyebut sejumlah pejabat Forkopimda dan tokoh masyarakat Kabupaten Cirebon pun masuk dalam sasaran vaksinasi perdana tersebut.

Sejumlah pejabat tersebut di antaranya, Komandan Kodim 0620 Cirebon, Letkol Inf Sugir SIP M Tr Han, Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi SIK, MSi, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mohammad Luthfi MSi dan Kepala Kejaksaan Negeri Sumber, Setyawan Nur Choliq SH,MH.

BACA JUGA: Kabupaten Cirebon Memulai Vaksinasi Covid-19

Selain Forkopimda, Asisten Daerah Hilmi Rivai dan Kepala Dinas Kesehatan, Hj Enny Suhaeni juga turut mendapat vaksinasi perdana ini. Bukan hanya itu, MUI Kabupaten Cirebon, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Cirebon, Kapolsek, Danramil, perwakilan Laboratorium Covid-19 FK UGJ dan perwakilan dari ASN.

“Dalam vaksinasi serentak ini memang ada beberapa Puskesmas yang dijadwalkan pada tanggal 2 Februari besok (hari ini, red),” pungkasnya. (Islah)

Comment