by

Siapkan Terapi Plasma Konvasalen, PMI Kota Cirebon Butuh Rp2 M

KOTA CIREBON, SC- Program pelaksanaan terapi plasma darah konvalesen di Kota Cirebon belum berjalan secara maksimal. Pasalnya diperlukan pengadaan alat penunjang untuk terapi tersebut. Hal itu dikemukakan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon, dr Edial Sanif, usai menemui dengar pendapat dengan anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rabu (23/2/2021).

“Terapi plasma ini salah satu alternatif yang diharapkan kita dan masyarakat. Tentunya kita harap terapi plasma ini, dapat dukungan penuh dari DPRD dan Pemkot Cirebon,” kata Edial kepada wartawan.

Sebetulnya, kata Edial, PMI Kota Cirebon bisa saja melakukan terapi plasma konvalesen dengan secara sederhana. Namun, sebagai pelayan masyarakat, pihaknya tidak ingin pelaksanaan terapi plasma secara asal-asalan.

“Terapi plasma ini, harus betul-betul tepat sasaran dan terapi ini lebih efektif, sangat efesien bagi masyarakat, untuk itu kami tidak ingin pelaksanaan terapi ini asal-asalan,” kata Edial.

Secara SDM, Edial memastikan sudah siap. Pihaknya selama ini, tinggal menunggu pengadaan alat. Karena pengadaan alat itu dari Pemerintah Kota Cirebon. Menurut Edial, saat ini PMI hanya memiliki plasmaferisis alat pengambilan plasma darah dan pengembalian darah ke dalam peredaran darah.

Edial berharap PMI bisa memiliki tiga alat lainnya, yakni freezer, thawing, dan hematology analyzer untuk bisa melakukan donor plasma darah.

“Masalah alatnya tergantung pemerintah, karena alat ini disediakan sama pemerintah. Untuk anggaran pengadaan alat diperkirakan bisa capai Rp2 miliar lebih yah,” jelas Edial.

Pria yang juga menjabat Ketua IDI Kota Cirebon itu mengatakan, alat terapi plasma sangat penting. Menurutnya, sejak dulu keberadaan alat ini sangat dibutuhkan. Bahkan, lanjut Edial, kalaupun pandemi Covid-19 sudah berakhir, alat terapi plasma ini masih diperlukan.

“Terapi plasma ini hanya bisa dilakukan oenyintas Covid-19. Kami juga sudah lakukan sosialisasi secara bertahap ke penyintas,” tandas Edial.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Tresnawaty mengapresiasi keinginan PMI Kota Cirebon untuk memiliki alat donor plasma konvalesen.

“Ada beberapa alat yang wajib dimiliki untuk bisa melakukan donor plasma konvalesen, yaitu freezer (alat pendingin), thawing (alat pencair), dan hematology analyzer. PMI belum punya alat ini,” kata Tresnawaty.

Menurut Tresnawaty, Kota Cirebon membutuhkan alat-alat tersebut untuk membantu penanganan kasus Covid-19. Di sejumlah daerah, strategi penanganan tersebut sudah diterapkan.

“Meski terapi plasma darah konvalesen ini masih tahap uji klinis. Tapi, secara empiris banyak kasus (pasien positif Covid-19) yang tertolong. Karena untuk mendapatkan fresh frozen plasma (FFP) darah untuk terapi plasma konvalesen idealnya dengan alat itu,” kata Tresnawaty.

Tresnawaty pun menyarankan PMI untuk mengajukan permohonan pengadaan alat itu kepada Pemkot Cirebon.

“Kita juga sarankan PMI untuk mengajukan pengadaan alat-alat ini melalui proposal permohonan ke pemkot, tembusannya ke DPRD juga. Nanti kami rapatkan dan upayakan untuk fasilitasi dengan pemkot,” ujarnya.

BACA JUGA: Jalan Berlubang di Sekitar 6 Kantor Dinas Membuat Dilema

Senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, Andi Riyanto Lie SE. Andi mendorong agar pemkot menindaklanjuti keinginan PMI.

“Pemkot harus bergerak cepat. Keputusan-keputusan itu pasti berisiko, tapi ini (terapi plasma konvalesen, red) sudah ada bukti empiris,” kata Andi. (Surya)

Comment