by

Bupati: Tugas FKKC Turunkan Level Pandemi

KABUPATEN CIREBON, SC- Kepengurusan Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) masa bakti 2021-2024 mendapat tugas melakukan pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang terpuruk sebagai dampak pandemi Covid-19. Hal itu dikemukakan Bupati Cirebon, H Imron, saat memberikan sambutan pada pengukuhan FKKC masa bakti2021-2024 di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).

Menurut Imron, pemerintah desa (pemdes) harus benar-benar membangun kebersamaan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Terlebih, saat ini Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang tengah berlangsung, berbasis desa.

“Ada dua tugas untuk FKKC ini, yaitu menurunkan level atau zona pandemi dan pemulihan ekonomi,” kata Imron.

Imron menuturkan, saat ini level kewaspadaan penyebaran Covid-19 atau zona di Kabupaten Cirebon sudah turun ke zona kuning dari sebelumnya zona merah. Ia berharap dengan adanya peran aktif para kuwu, level tersebut bisa terus ditekan turun hingga kembali ke zona hijau.

“Kita sudah zona kuning, mudah-mudahan bisa turun lagi. Kalau daerah lain kan masih oranye bahkan ada yang masih merah,” kata Imron.

Selain dua tugas tersebut, Bupati juga memberi tugas kepada para kuwu melalui FKKC untuk membenahi data penduduk, agar bisa diketahui data yang sesungguhnya. Pasalnya, lanjut Imron, selama ini Pemkab Cirebon juga dibuat bingung dengan tidak validnya data di tiap-tiap desa di Kabupaten Cirebon.

“Kuwu harus bisa mendata jumlah KK, berapa jumlah anggota keluarganya,” tegasnya.

Sebab, sambung Imron, berdasarkan pengalaman pada pembagian bantuan sosial (bansos) tahun kemarin, diketahui banyak perbedaan data antara Dinas Sosial dan Pemdes. Imron ingin agar data perbedaan data tersebut tidak lagi terjadi.

“Kami berharap data ini satu, yaitu dari Pak Kuwu yang mengeluarkan,” jelasnya.

BACA JUGA: Unggul 13 Suara, Muali Terpilih Jadi Ketua FKKC

Imron menyebut, data yang dikeluarkan pemdes akan menjadi rujukan pengambilan keputusan oleh dinas terkait.

“Saya juga minta agar kuwu bisa menggali potensi desa, nanti kami bisa plot potensi apa, baik pertanian, pariwisata, kuliner dan lainnya,” ungkapnya. (Islah)

Comment