SUARA CIREBON – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Salah satunya, memastikan hewan dalam kondisi sehat, agar daging yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha menjelaskan, ciri-ciri hewan kurban dapat dikenali secara langsung saat masyarakat akan membeli hewan tersebut.
Menurutnya, kondisi hewan kurban yang sehat dapat dikenali dari kondisi fisik, tingkat keaktifan serta nafsu makan hewan tersebut.
“Ada sepuluh ciri hewan kurban sehat yang dapat dilihat secara kasat mata. Hewan kurban yang sehat umumnya terlihat aktif dan lincah dan tidak tampak lemas serta mampu merespons lingkungan sekitar dengan baik,” kata Denny, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain itu, lanjut Denny, nafsu makan juga menjadi indikator penting dalam memilih hewan kurban. Menurutnya, hewan yang sehat akan makan dan minum secara normal tanpa menunjukkan tanda penolakan terhadap pakan.
“Kita bisa periksa dari kondisinya, kalau kondisinya sehat akan kelihatan, makanannya, nafsu makannya tinggi, terus kondisi dan geraknya aktif, tidak diam saja, tidak monoton,” ujar Denny.
Denny menambahkan, hewan yang sehat akan terlihat dari sisi fisiknya, di mana mata terlihat cerah, bersih, tidak sayu, serta tidak mengeluarkan cairan berlebihan. Bagian hidung hewan dalam kondisi lembap dan bersih, tanpa lendir tebal atau tanda infeksi.
“Dari kesehatan matanya kelihatan, matanya itu tidak berair, dan lubang-lubang seperti telinga, hidung, moncongnya juga mungkin belakangnya itu bersih,” jelasnya.
Ciri lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi bulu yang bersih dan tidak kusam, serta tidak terdapat luka, kudis, atau parasit seperti kutu. Hewan juga harus dalam kondisi fisik yang sempurna, tidak cacat, tidak pincang, dan tidak kurus berlebihan.
Ia menyampaikan, kondisi kotoran dan pernapasan juga menjadi indikator kesehatannya. Hewan yang sehat memiliki feses padat dan tidak menunjukkan gejala gangguan pencernaan. Selain itu, pernapasan normal, tidak batuk, dan tidak terdengar suara napas yang tidak wajar.
Denny juga menekankan pentingnya memastikan umur hewan yang akan dijadikan kurban sesuai syariat. Untuk unta minimal berusia 5 tahun, sapi atau kerbau minimal 2 tahun, kambing minimal 1 tahun, serta domba dapat berusia 1 tahun atau minimal 6 bulan dengan syarat tertentu.
Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda penyakit menular, seperti demam, luka bernanah, atau gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Penampakan yang paling jelas, sehat ya, enggak kurus gitu kan, kalau yang kurus itu masalah, ini kelihatan gemuk-gemuk dan siap untuk dikurbankan pada saat Iduladha nanti,” paparnya.
Pihaknya berharap, masyarakat dapat memilih hewan kurban yang sehat, sehingga pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar dan aman bagi kesehatan.
Denny kembali mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan 10 ciri hewan kurban yang sehat yakni, aktif dan lincah, nafsu makan baik, mata cerah dan bersih, hidung lembap dan bersih, bulu bersih tidak kusam dan bebas parasite, tidak cacat fisik dan tidak kurus, kotoran normal (tidak diare), pernapasan normal, umur sesuai syariat, dan tidak menunjukkan tanda penyakit menular.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















