by

Sarana Olahraga akan Direvitalisasi

MAJALENGKA, SC- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka akan merevitalisasi sarana dan prasarana olah raga di sejumlah desa. Untuk merealisasikan rencana revitalisasi tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar.

Anggaran tersebut direncanakan untuk melakukan pembangunan sarana prasara olahraga di 41 desa yang berada di 24 wilayah kecamatan. Sedangkan dalam pelaksanaan pembangunan nantinya akan difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majalengka.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, revitalisasi tersebut merupakan komitmen Pemkab Majalengka dalam meningkatkan pelayanan dalam pembangunan, dalam hal ni penyediaan sarana dan prasarana olahraga di perdesaan.

“Revitalisasi ini tujuannya, selain mencari bibit atlet olahraga, kita ingin mendorong masyarakat yang berada di perdesaan dalam berolahraga,” ungkap Bupati Karna.

Karna berharap bantuan sarana olahraga tersebut bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam bidang olahraga.

“Meski masih dalam situasi dan kondisi pandemi Covid -19, saat ini Pemkab Majalengka masih bisa mewujudkan pembangunan sarana olahraga. Hal ini suatu bukti bahwa Pemda Majalengka benar – benar ingin memajukan dunia olahraga,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka Yusanto Wibowo mengungkapkan, di masa pandemi sekarang ini pemerintah tetap konsisten dalam membangun sarana prasarana olahraga.

“Tahun ini melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, Pemkab menganggarkan Rp2 miliar untuk sarana dan prasarana olahraga, berupa  lapangan  bola voli dan sepak bola,” katanya.

BACA JUGA: 35 Pelajar dan Mahasiswa Dapat Bantuan

Menurut mantan Kasatpol PP Majalengka ini, dalam program tersebut akan ada 41 desa di 24 kecamatan se-Kabupaten Majalengka yang mendapatkan bantuan.

“Rinciannya, perbaikan sarana olahraga bola voli di 23 lokasi dengan besaran  anggaran sebesar Rp40 juta, sedangkan untuk rehab sarana olahraga sepak bola ada 18 titik dengan anggaran Rp60 juta per lapang,” jelasnya. (Dins)

Comment