by

IAIN Cirebon Raih Emas Kedua dalam IPPBMM 2021

CIREBON, SC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon meraih emas kedua dalam perhelatan Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) 2021 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kali ini, emas tersebut diraih oleh Ayi Yusri Ahmad Tirmidzi melalui karya tulisnya yang berjudul “Potret Perempuan dan Kontra Ekstremisme: Menjinakkan Moralitas Liar melalui Pembinaan Keluarga Rabbi Radhiyya“, dalam Cabang Musabaqah Karya Tulis Al-Qur’an (MKTQ).

Pelatih MKTQ IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muhamad Sofi Mubarok, M.H.I menyampaikan, selain ucapan selamat, pihaknya juga mengaku bangga atas prestasi tersebut. Karena, kata dia, emas yang diraih ini dapat mengharumkan nama IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada ajang IPPBMM VIII di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Saya ucapkan selamat dan sukses. Bahagia sekali mendampingi saudra Ayi Yusri untuk meraih hasil terbaiknya pada event kali ini,” katanya.

Mubarok menjelaskan, Ayi Yusri Ahmad Tirmidzi merupakan anak ini luar biasa. Pasalnya, selama bulan Ramadhan menjalani latihan yang begitu intens. Bahkan, latihan tersebut dilakukan di tengah malam, yaitu pukul 23.00 WIB sampaik 01.00 WIB.

“Tak ada tanda-tanda mengeluh untuk memperbaiki setiap hal yang saya sampaikan guna merevisi papernya. Hingga terakhir dikirimkan ke panitia, setidaknya sudah ada 7 naskah revisi yang dilakukan agar karyanya dapat memberikan suatu perspektif baru bagi dewan juri, pikir saya sebagai coach atau official,” jelasnya.

BACA JUGA: Mahasiswi IAIN Cirebon Raih Medali Emas dalam Perhelatan IPPBMM 2021 di UIN Yogyakarta

Sejauh ini, imbuh Mubarok, kekuatan paper Ayi terlihat dari kebaharuan gagasan yang ia tampilkan. Yaitu, bagaimana perempuan kini tampil sebagai subjek dalam aksi terorisme dan bagaimana konstruk Rabbi Radhiyya ditawarkan untuk mengurai problematika demikian.

“Tak banyak masukan yang saya berikan selain pada hal-2 minor saja. Sejauh ini, kendala yang masih terlihat ialah soal retorika yang mungkin perlu lebih banyak diasah,” terangnya.

Namun, kata Mubarok, kendala tersebut tentu masih dapat dikendalikan. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya juara oleh Ayi melalui cabang ini dan berhasil mencapai posisi pertama pada final presentasi.

“Yang semula pada babak penyisihan berada di peringkat kedua dari paper yang diajukan. Namun di final Ayi berhasil menyabet juara 1,” tandasnya. (Arif)

Comment