by

Jangan Ada Lahan yang Menganggur

MAJALENGKA, SC- Dalam rangka peningkatan produksi pangan serta peningkatan kesejahteraan petani, Ditjen Tanaman Pangan akan mengoptimalkan lahan-lahan pertanian. Prinsipnya jangan ada lahan pertanian yang menganggur. Hal itu ditegaskan perwakilan Ditjen Tanaman Pangan, Rachmat  pada acara perluasan tanaman program penanaman, di Desa/Kecamatan Jatiwangi, Minggu (12/9/2021).

Dikatakanya, di Kabupaten Majalengka upaya optimalisasi lahan pertanian dilakukan Ditjen Tanaman Pangan berkolaborasi dengan anggota Komisi IV DPR RI asal Kabupaten Majalengka H. Sutrisno dengan lokasi di wilayah Kecamatan Jatiwangi. ”Program awalnya  hanya 20 ha, kemudian areanya kita perluas menjadi 30 ha,” katanya.

Perluasan areal tanam, kata Rachmat dilakukan setelah melihat potensi,respon serta kesungguhan petani dalam program tersebut. “Responnya sangat bagus, semangat gotong royong petaninya juga bagus, daya dukung lainya tersedia sehingga kita upayakan agar tidak ada lahan yang menganggur,” ujar Rachmat.

Pada kesempatan yang sama anggota Komisi IV DPR RI H. Sutrisno mengatakan, program IP 400 (Program Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian) bersama Gapoktan Tani Mukti, Desa/Kecamatan Jatiwangi awalnya hanya 20 ha. Program ini ternyata mendapatkan respon baik dari petani, bukan hanya dari wilayah Jatiwangi, tetapi juga petani lain dari Kecamatan Dawuan, terutama dari Desa Mandapat dan Salawana. ”Karena itu areal tanam yang sema hanya 20 hektare diperluas menjadi 30 hektare,” kata legislator PDIP tersebut.

Menurut Sutrisno program ini sebagai upaya mengoptimalkan areal pertanian yang biasanya ditelantarkan setelah Masa Tanam (MT) ke 2. Bersama Gapoktan setempat pihaknya lalu mencoba agar lahan tersebut tetap dapat berproduksi di MT 3, bahkan, tidak menutup kemungkinan berlanjut ke MT4.

“Persoalan pengairan yang dikuatirkan, sehingga petani memilih membiarkan lahannya menganggur sebenarnya dapat diatasi dengan memanfaatkan keberadaan Cilutung Timur, sekarang ditambah sumber air yang berasal dari Waduk Jatigede,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemerintah Harus Berani Berikan Klarifikasi

Selain itu, tambahnya, secara bersamaan juga juga dilaksanakan program Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian, berupa penangkaran benih yang dilaksanakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bandung yang mengembangkan benih Impari 32 dan MSP 01.

“Program ini  memiliki tujuan memotivasi dan mendorong para petani utuk bertani dengan benar, memanfaatkan teknologi bertani ramah lingkungan serta memanfaatkan lahan setelah MT 2. Lahan ini pada umumnya diterlantarkan atau tidak ditanami,” pungkasnya. (Dins)

Comment