by

Masuk PPKM Level 2, Pemkot Cirebon Awasi PTM

KOTA CIREBON, SC- Kerja keras Pemkot Cirebon menekan angka penyebaran Covid-19 tidak sia-sia. Pemkot Cirebon yang sebelumnya berada pada PPKM Level 3 kini telah berada pada PPKM Level 2 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 67 Tahun 2021 tentang PPKM di Jawa-Bali.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengatakan, penurunan level ini menjadi kabar baik untuk semua sektor yang dapat pelonggaran kegiatan. Salah satunya pembelajaran tatap muka (PTM) di masing-masing sekolah.

Meskipun begitu, menurut Azis, Pemkot Cirebon akan terus mengawasi pelaksanaan PTM, baik itu dari segi pelaksanaannya atau penerapan protokol kesehatan (prokes). Azis menegaskan, Pemkot Cirebon beserta Satgas Covid-19 terus mewanti-wanti untuk mencegah penyebaran Covid-19 sejak dini.

“Upaya ini adalah semangat kami untuk melaksanakan PTM, karena begitu besar rindunya anak-anak dan orang tua yang menginginkan pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata Azis di sela konferensi pers di ruangan Madya At-taqwa Center, Selasa (5/10/2021).

Walaupun ada pelonggaran, lanjut Azis, setiap sekolah harus wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan dia meminta Dinas Kesehatan mengambil sampel tes swab antigen.

“Tidak mudah melakukan PTM karena memang dari tidak terkendali kita harus kendalikan, sehingga kami terus bertanya ke Disdik metode seperti apa pembelajaran yang disampaikan selama PTM ini,” kata Azis

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi menambahkan, pelaksanaan PTM akan terus dilakukan evaluasi, termasuk pengambilan sampling tes ke masing-masing sekolah.

BACA JUGA: Dorong Realisasi Mobil Pintar dan Renovasi Perpusda Kabupaten Cirebon

“Sesuai arahan dari Pak Luhut kami akan melakukan tes swab, kalau ada yang terkonfirmasi nanti Dinkes dan Disdik akan kami minta lakukan evaluasi secara langsung. Karena  bagaimana pun juga jangan sampai ada klaster penyebaran di sektor pendidikan,” ujar Sekda.

Meskipun sudah masuk PPKM level 2, penerapan PTM masih dibatasi 50 persen dari kapasitas jumlah siswa di setiap sekolah. Jika dalam dua bulan PTM tidak ada kasus penyebaran, maka akan ditambah menjadi 100 persen.

“Kami akan terus tracing dan treament agar PTM bisa diyakini berjalan optimal tanpa ada klaster baru,” pungkasnya. (Surya)

Comment