by

Pejabat di Majalengka Hajatan, Sekolah Diliburkan 2 Hari

MAJALENGKA, SC-  Gegara kegiatan hajatan, akvitas belajar mengajar salah satu sekolah di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka diliburkan.

Pihak sekolah meminta siswanya agar belajar di rumah selama dua hari. Belakangan diketahui, warga yang akan menggelar hajatan tersebut merupakan salah satu pejabat teras di Pemerintahan Kabupaten Majalengka.

Menurut  keterangan, warga yang akan melaksanakan hajatan tersebut merupakan salah satu pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Majalengka. ”Yang  punya hajat orang pemerintahan, katanya sekarang  Kepala Dinas,” ujar  warga yang mengaku bernama  Cece, Senin (21/2/2022).

BACA JUGA: Perajin Tempe dan Tahu di Majalengka Mogok  Produksi

Diliburkannya siswa selama dua hari karena acara hajatan disesalkan  oleh  orang tua siswa. Sayangnya, hingga berita ini dibuat  belum ada keterangan dari pihak sekolah ataupun Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Dadang Setiawan dikonfirmasi melalui  WhatsApp tidak memberikan keterangan apapun.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LSM Penjara Indonesia) Provinsi Jawa Barat, DB Setiabudhi  mengaku  prihatin  dengan kejadian tersebut. Karena di satu sisi sedang gencar-gencarnya dilakukan vaksinasi, tapi di sisi lain mengadakan acara yang berpotensi terjadinya penularan  Covid.

BACA JUGA: Rekam Teman Saat Mandi, Mahasiswa Majalengka Ditangkap  

“Lebih dari prihatin, miris sekali  ada seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh masyarakat, justru tidak mencerminkannya, mengadakan resepsi besar -besaran  ketika pandemi Covid- 19 kasusnya naik lagi,”ucapnya.

Ia meminta agar  Satgas Covid -19 melakukan konfirmasi dan mengambil tindakan bila diperlukan. Jangan karena merupakan penyelengara  hajatan bagian dari pemerintah lalu tidak dilakukan tindakan apapun.

”Jika yang melaksanakannya masyarakat  saya yakin akan ada peringatan bahkan sanksi atau mungkin punishment,” ujarnya.

Budi menambahkan, permasalahan tersebut tidak bisa dianggap biasa,karena ini dilakukan ketika  kasus Covid-19 di Kabupaten Majalengka makin menunjukan peningkatan.

BACA JUGA: Aksi Anggota Polres Majalengka Gagalkan Pencurian Viral di Medsos

”Insya Allah kami akan menindaklanjuti kejadian ini dengan akan melayangkan permohonan audensi dengan Satgas Covid ataupun pihak Satpol PP,” tegasnya.

Budi juga meminta agar bupati bisa bersikap tegas. ”Saya harap Bapak Bupati ataupun pihak- pihak terkait dalam pencegahan Covid  di Kabupaten Majalengka bisa merespon tindakan  salah seorang  pejabat  ini,” pungkasnya. (Abr)

Comment