by

SSB Kawunganten-SSB Carik Suranenggala Tandingan Persahabatan

KABUPATEN CIREBON, SC- Sekolah Sepak Bola (SSB) usia under 15 (U-15) Kawungaten Kabupaten Indramayu adakan pertandingan persahabatan melawan tim SSB U-15 FC Carik Suraneggala, Rabu (20/4/2022).

Manager Tim SSB Kawungaten FC Indramayu, Jupri menjelaskan, SSB sangat baik untuk penyaluran bakat anak yang dapat berujung prestasi. Di sisi lain oleh raga juga dapat demi mengurangi kenakalan remaja.

“Selain menyalurkan hobi SSB juga bisa mengarahkan siswa didik ke jalur prestasi,” kata Jupri. 

Terkait pertandingan persahabatan, menurut Jupri, hal itu bertujuan untuk memotivasi semangat anak-anak didik SSB.

BACA JUGA: Kantongi 50 Pemain, PSGJ segera Gelar Seleksi Tahap 3

“Kami sengaja lakukan pertandingan persahabatan dengan SSB di wilayah perbatasan Indramayu-Cirebon untuk mengangkat nama harum wilayah masing-masing,” ujarnya.

Meski berupaya keluar sebagai pemenang, namun lanjut Jupti, dalam latih tanding itu yang lebih diutamakan adalah mengajarkan sportivitas olah raga.

“Kita tetap menjunjung tinggi sportivitas, itu yang utama dan selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi serta persaudaraan antara semua tim se-Wilayah Kabupaten Indramayu dan Kota/Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Ia mengaku prihatin, pandemi Covid-19 menyebabkan even sepakbola di tingkat nasional maupun provinsi dan kabupaten sempat ditiadakan.

BACA JUGA: PSGJ Kembali Buka Seleksi Pemain

“Kalau untuk SSB Kawunganten sendiri, alhamdulillah sudah berjalan. Untuk jadwal latihan diupayakan anak-anak bisa ikut berlatih secara rajin dan disiplin, supaya nanti ke depan bisa mengurangi kenakalan-kenakalan remaja, yang mana sekarang zaman digitalisasi. Banyak sekali anak-anak usia dini yang keasyikan bermain gadget. Mudah-mudahan dengan sudah berjalannya SSB ini bisa mengurangi anak-anak untuk bermain gadget,” tuturnya.

Ia berharap dua persepakbolaan di Kabupaten Cirebon dan Indramayu makin maju dan berkembang.

“Khususnya SSB Kawunganten di wilayah Kedokan yang sudah ada sebelum era 2000-an, banyak pemain yang sudah tenar dan malang melintang. Yang utamanya sebagai Compas (Complek Pasar) akan tetapi pengertian nama lain dari Compas diartikan petunjuk arah mata angin tidak ada pusatnya, tidak ada kendalinya dan tidak ada pembinaan langsung dari tingkat atas,” pungkasnya. (Vicky)

Comment