SUARA CIREBON – Sampai Hari Natal, Rabu 25 Desember 2024, rakyat Indonesia yang telah menandatangani petisi penolakan PPN 12 persen terus bertambah.
Hari ini, Kamis 26 Desember 2024, makin mendekati tembus ke angka 200 ribu. Tahun 2025 tinggal empat hari lagi, sebelum tanda dimulainya pemberlakuan PPN 12 persen.
Petisi melalui online atau daring, berisi desakan agar Presiden RU Prabowo Subiantoi membatalkan PPN 12 persen yang berlaku sejak tahun baru 2025 nanti.
Petisi berjudul “Pemerintah, Segera Batalkan Kenaikan PPN !”, telah ditandatangani sekitar 193.000 lebih rakyat Indonesia.
Bareng Warga, kelompok yang menginisiasi petisi itu mendesak Presiden Prabowo membatalkan kenaikan PPN 12 persen, sekaligus mengkaji kembali rencana kebijakan tersebut.
“Perekonomian yang dirasakan rakyat tengah sangat buruk,” tutur Bareng Warga.
Melalui petisi, Presiden Prabowo diingatkan soal kelas menengah, terutama dari sektor swasta akan sangat tertekan.
Kelas menengah bisa jatub miskin. Sementara warga miskin juga belum tertentu terangkar naik, sebab mereka juga ikut terbebani dampak dari kenaikan PPN 12 persen.

















