SUARA CIREBON – Nasib sekolah swasta di Kota Cirebon kini kian memprihatinkan. Minimnya jumlah siswa baru membuat sejumlah sekolah terancam tutup.
Bahkan beberapa di antaranya hanya mendapat satu siswa atau tidak sama sekali dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani mengatakan, situasi ini harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh pemerintah.
“Saya sudah mendengar langsung kondisi yang dialami sekolah swasta baik SMP, SMA, dan SMK yang ada di Kota Cirebon. Kami sudah mendengar keluhan mereka dan ini memang harus segera disikapi agar ke depan tidak lagi sepi peminat,” ujar HSG, sapaan akrabnya di DPRD setempat, akhir pekan lalu.
Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon bisa meniru langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengkaji langsung bersama Dinas Pendidikan Jakarta. Salah satu solusinya adalah menjalin kerja sama antara pemerintah daerah dengan sekolah-sekolah swasta.
“Di Jakarta, Disdik menggandeng beberapa sekolah swasta yang sepi peminat untuk bekerja sama. Mulai dari pembebasan biaya SPP hingga bantuan uang gedung. Tapi bantuan uang gedung tidak full ya, besarannya tergantung komunikasi antara sekolah dan dinas pendidikan,” ucapnya.
Sekretaris Nasdem Kota Cirebon itu menambahkan, kebijakan SPP gratis pun dilakukan dengan kuota tertentu dan terbukti mampu meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di swasta.
Kebijakan serupa, menurut HSG, sangat mungkin diterapkan di Cirebon. Disdik Kota Cirebon bisa menggandeng beberapa sekolah swasta yang bisa diajak kerja sama, karena tidak semua sekolah swasta punya kemampuan finansial yang kuat.



















