SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon menggelar Job Fair di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa, 11 November 2025.
Dalam bursa kesempatan kerja atau Job Fair Hybrid Inklusi ini Disnaker menggandeng 27 perusahaan. Job Fair ini diserbu ribuan pencari kerja yang memadati lokasi Job Fair. Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, mengatakan, pembangunan ketenagakerjaan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah secara keseluruhan.
Menurut Imron, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon tahun 2024, jumlah penduduk usia kerja mencapai 1.821.560 orang, dan jumlah angkatan kerjanya mencapai 1.261.780 orang.
Dari jumlah tersebut, masih terdapat jumlah angka pengangguran terbuka sebanyak 84.990 orang, sehingga prosentase tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Cirebon ini berada di angka 6,74 persen yang tersebar pada 40 kecamatan.
Ia menjelaskan, Job Fair ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Cirebon untuk mengentaskan pengangguran di wilayah ini.
“Job Fair ini untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.
Menurut Imron, Job Fair ini bertujuan untuk menjembatani atau memfasilitasi antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja. Sehingga dapat mempercepat pertemuan dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
Bupati Imron pun mengapresiasi perusahaan yang telah ikut serta dalam kegiatan Job Fair ini. Karena, keikutsertaan sejumlah perusahaan ini dapat memberikan informasi lowongan kerja, sehingga dapat membuka peluang kerja secara luas bagi masyarakat.
“Sekarang yang ikut Job Fair ini ada 27 perusahaan, dan yang akan menerima tenaga kerja 2.179 lowongan. Sedangkan pengangguran kita 6,7 persen atau 84.000 yang masih menganggur. Jadi ini salah satu cara pengentasan pengangguran terbuka,” paparnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menjelaskan, jumlah pencari kerja di Kabupaten Cirebon berdasarkan data statistik tahun 2024, terdapat 34 ribu pencari kerja. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah ditempatkan di perusahaan.
Berdasarkan data yang ada, kata Novi, angka pencari kerja di Kabupaten Cirebon semakin menurun. Sebab, data awal BPS pada 2024 berada di angka 7,64 persen. Sedangkan pada rilis per Februari 2025, angkanya berada di 6,74 persen.
“Ini menjadi salah satu indikator bahwa jumlah pengangguran terbuka (TPT) kita menurun,” kata Novi.
Ia mengungkapkan,Job Fair menjadi salah satu formula untuk menekan tingkat pengangguran yang ada di Kabupaten Cirebon. Ia menepis bahwa Job Fair hanya sebatas formalitas semata untuk memberikan harapan kepada para pencari kerja.
“Sebelum kita gelar Job Fair ini, kami konfirmasi kepada perusahaan, berapa lowongan kerja yang dibutuhkan. Ketika sudah mendapatkan kepastian, baru bisa memberikan angka yang dibutuhkan perusahaan kepada para pencari kerja,” tandasnya.
Novi menjelaskan, kini bursa kesempatan kerja tidak lagi dilakukan secara manual, tapi menggunakan sistem Hybrid Inklusi. Artinya, semua lowongan dilakukan secara digital.
“Job Fair Hybrid Inklusi ini baru, dan ini transisi dari yang sebelumnya kita lakukan secara manual kini, secara online. Nanti hasil ini akan kita evaluasi. Ini juga sebagai pembelajaran kepada pencari kerja yang terbiasa membawa (berkas, red) fisik, kini tidak lagi membawa berkas karena semua serba online. Semua berkas pake file, tinggal di upload,” jelasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















