SUARA CIREBON – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon meninjau peternakan hewan di wilayah Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Peninjauan ini untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan yang akan dijadikan kurban pada Hari Raya Iduladha nanti.
Kegiatan ini melibatkan tim bidang peternakan dan kesehatan hewan dan menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan setiap hewan kurban memenuhi standar kesehatan. Pihak Distan juga memberikan edukasi kepada petugas terkait pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah pemotongan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha, menjelaskan, Distan telah menyiapkan sosialisasi pemeriksaan hewan kurban secara menyeluruh, antemortem dan postmortem.
“Ada juga yang sasarannya adalah para petugas, sehingga mereka memahami bahwa sapi-sapi yang akan dijadikan kurban ketika dipotong itu benar-benar sapi yang sehat,” ujar Denny, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, hewan yang dinyatakan sehat akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kelayakan, yakni Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK).
Denny menyampaikan, pemeriksaan akan terus ditingkatkan hingga mendekati hari pelaksanaan Iduladha. Hingga saat ini, sekitar 500 hewan kurban telah diperiksa oleh tim kesehatan hewan. Ia menargetkan, sebanyak 5.000 hewan kurban bisa dilakukan pemeriksaan hingga Iduladha nanti.
“Target kami, sampai hari H biasanya kalau target 5.000, tapi kenyataannya tahun kemarin sampai 16.000 ekor,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi. Langkah ini juga menjadi upaya menjaga kesehatan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban bahkan dilakukan tidak hanya menjelang Iduladha saja. Pemeriksaan dilakukan sejak hewan masuk ke daerah ini.
Pemeriksaan tersebut mengikuti pola kedatangan hewan yang beragam. Ada hewan yang didatangkan satu bulan sebelum Iduladha, dan ada juga yang satu minggu sebelum Iduladha karena stok habis namun masih banyak permintaan.
Bahkan, ada juga peternak yang sengaja mendatangkan hewan kurban enam bulan sebelum Iduladha. Pedagang yang sengaja nyetok ini, biasanya mendatangkan hewan kurban sedikit demi sedikit lalu dikumpulkan.
Untuk hewan kurban yang datangnya masih jauh dari Iduladha, Distan akan memberikan vaksin sebagai bentuk pencegahan, agar hewan tidak terpapar penyakit. Namun, antara hewan yang baru datang dan hewan yang sudah lama harus dipisahkan terlebih dahulu. Pemberian vaksin baru dilakukan sekitar dua minggu setelah hewan yang baru datang dipastikan dalam kondisi sehat.
Sementara untuk hewan kurban yang baru didatangkan mendekati Iduladha, Distan tidak lagi memberikan vaksin, melainkan langsung diberikan suntik sehat. Karena, para pedagang atau peternak biasanya menolak hewannya divaksin ketika sudah mendekati Iduladha.
Untuk hewan kurban yang bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK), Distan akan langsung memberikan pengobatan, bukan lagi vaksin. Hewan dengan PMK bisa terlihat dalam tiga hari pascakedatangan, seperti kondisi hidungnya meler, ada luka di lidah dan kakinya korengan. Pengobatan akan dihentikan seminggu sebelum Iduladha karena dikhawatirkan residunya menempel pada daging kurban.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















